Mahasiswa ITB Telusuri Potensi Air Tanah di Desa Arjawinangun

Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Arjawinangun

Cirebon,Nuansa Pendidikan – BSO HIMA Teknik Geofisika (TG) TERRA ITB bersama SEG ITB Student Chapter (SC) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Arjawinangun, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi potensi air tanah melalui metode geolistrik Vertical Electrical Sounding (VES), sebagai tanggapan atas keluhan warga terkait keterbatasan air bersih.

Masalah keterbatasan air bersih sebelumnya disampaikan oleh sejumlah warga Desa Arjawinangun kepada para mahasiswa Teknik Geofisika ITB dalam acara Pameran Alat Antar Jurusan yang berlangsung pada 2024. Menanggapi aspirasi tersebut, mahasiswa Teknik Geofisika ITB melakukan observasi di berbagai wilayah sekitar Kampus ITB Cirebon. Hasil pengamatan menunjukkan Desa Arjawinangun sebagai salah satu daerah dengan kesulitan paling signifikan dalam memperoleh akses air bersih.

Saat ini, pasokan air bersih di Desa Arjawinangun hanya tersedia setiap dua hari sekali, dan air dialirkan dari sumber di Gunung Ciremai. Namun, dalam situasi tertentu, distribusi air bersih tersebut kerap tidak stabil dan bahkan dapat terhenti hingga satu bulan penuh. Kondisi ini menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya persoalan ini, mahasiswa mengambil inisiatif untuk melaksanakan kegiatan pencarian potensi air tanah sebagai langkah membantu masyarakat mendapatkan sumber air bersih yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Rosidah, seorang warga Desa Arjawinangun, sangat mendukung program pengabdian masyarakat ini. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menghasilkan solusi nyata yang dapat menjawab tantangan kebutuhan air bersih yang selama ini dihadapi oleh warga desa.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB ini melibatkan sebanyak 67 mahasiswa. Proses pengambilan data dilakukan di dua lintasan pengukuran, masing-masing memiliki panjang 300 meter. Pengukuran dilakukan dengan metode geolistrik VES menggunakan dua jenis instrumen, yaitu AGI MiniSting dan OYO McOHM. Kedua perangkat tersebut berfungsi untuk mengukur nilai resistivitas bawah permukaan dengan cara menginjeksikan arus listrik dan mencatat perbedaan potensial yang dihasilkan.

Metode geolistrik VES dipilih karena memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap variasi kandungan air di bawah permukaan. Oleh sebab itu, metode ini dianggap efektif untuk memetakan lapisan akuifer sekaligus mengevaluasi potensi air tanah di lokasi pengukuran.

Harapan besar disampaikan oleh Dr. Dadi Abdurrahman, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing dalam program pengabdian masyarakat yang berlangsung di Desa Arjawinangun. Beliau berharap agar kegiatan ini menjadi langkah nyata bagi sivitas akademika, khususnya mahasiswa Teknik Geofisika, untuk memberikan solusi konkret atas tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. Selain itu, penelitian yang dilakukan juga diharapkan mampu menyediakan data tentang keberadaan air tanah, yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Program pengabdian masyarakat ini tidak hanya dirancang untuk mendorong kontribusi mahasiswa dalam memecahkan masalah-masalah yang ada, tetapi juga sebagai wadah belajar yang memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial. Ini menjadi kesempatan berharga bagi para mahasiswa untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan nyata yang ada di lingkungan sekitar mereka, sekaligus mengasah kemampuan secara praktis di lapangan.

 

Jurnalis : Ayu I’anatul Maula – Mahasiswa Teknik Geofisika

Editor : Redaksi

banner 336x280

Komentar