SMK Pasundan 1 Padaherang Gelar UKK 2025, Gandeng Industri untuk Jamin Mutu Kompetensi Siswa

UKK Digelar Dua Hari, Jadi Tolak Ukur Kompetensi Siswa

UMUM78 Dilihat

NuansaPendidikan, Pangandaran – SMK Pasundan 1 Padaherang sukses menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun 2025 pada 20–21 November 2025.

Kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah, tepatnya di Jl. Raya Pangandaran–Sambong, Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

banner 336x280

UKK menjadi instrumen penting untuk menilai pencapaian kualifikasi siswa kelas XII sebelum mereka dinyatakan lulus.

Sebagai bentuk asesmen resmi, UKK digelar berdasarkan standar Asosiasi Profesi atau lembaga pendidikan terakreditasi yang bekerja sama dengan dunia kerja.

Model ini sekaligus memastikan hasil UKK benar-benar menggambarkan kemampuan siswa di lapangan.

Pada hari pertama pelaksanaan, redaksi nuansapendidikan.co.id berkesempatan melakukan peliputan langsung di sekolah tersebut.


Mengikuti Juknis Cadisdik Wilayah XIII

Kepala SMK Pasundan 1 Padaherang, M. Anisul Fuad, menegaskan bahwa pelaksanaan UKK di sekolahnya berjalan sesuai petunjuk teknis dari Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah XIII.

Ia menyebutkan, sekolah mengikutsertakan tiga jurusan dalam UKK tahun ini.

Alhamdulillah terjadwalkan di bulan November ini. Di kita ada tiga jurusan yaitu TKJ (Teknik Komputer Jaringan), Perawat, dan Farmasi,” ujar Fuad. Kamis, (20/11/2025).

Total terdapat 102 siswa kelas XII dari ketiga jurusan tersebut yang mengikuti ujian kompetensi secara terpusat di sekolah.


Industri Terlibat sebagai Penilai Eksternal

Untuk menjaga independensi dan kualitas penilaian, SMK Pasundan 1 Padaherang menggandeng dunia industri sebagai penilai eksternal.

Guru internal sama sekali tidak terlibat dalam proses asesmen siswa.

Pendekatan ini, menurut Fuad, menjadi langkah penting agar sertifikat kelulusan yang diterbitkan dunia industri memiliki nilai dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama ketika siswa melamar pekerjaan.

Dengan standar penilaian berbasis industri, ia optimistis para lulusan mampu bersaing di pasar kerja. Hal ini senada dengan slogan sekolah, “Siap Bersaing di Dunia Kerja.”


Minim Bantuan Pemerintah, Sekolah Harap Ada Perhatian

Di akhir wawancara, Fuad menyampaikan harapan agar seluruh siswa yang mengikuti UKK dapat menjadi individu kompeten dan siap terjun ke dunia kerja.

Namun, ia juga mengungkapkan situasi yang cukup memprihatinkan.

Menurutnya, “Selama ini SMK Mararti belum pernah mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah.” I

a menambahkan, minimnya bantuan terasa semakin berat karena jurusan Perawat dan Farmasi masih jarang dimiliki sekolah lain di Kabupaten Pangandaran.

Fuad berharap pemerintah daerah maupun dinas pendidikan dapat memberi perhatian lebih.

Harapan kami kepada pemerintah melalui dinas pendidikan, mudah-mudahan mereka bisa melihat kekurangan dan kebutuhan sekolah kami. Karena sekolah kami fokus pada jurusan, jadi butuh bantuan alat-alat peraga penunjang belajar siswa,” pungkasnya.

banner 336x280

Komentar