Komitmen Universitas Terbuka untuk Mahasiswa Terdampak

Pendidikan Tidak Boleh Tumbang di Tengah Bencana

Tangerang,Nuansa Pendidikan – Peningkatan debit air yang terjadi secara perlahan akhirnya memicu bencana hidrometeorologi. Dalam waktu singkat, hujan lebat mengakibatkan banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor yang melanda berbagai wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rumahrumah terendam air, aktivitas masyarakat terhenti, dan banyak keluarga harus menghadapi kenyataan pahit: penghasilan berkurang, kebutuhan melonjak, dan masa depan yang menjadi semakin suram.

Di balik musibah ini, ada salah satu kelompok yang sering kali terabaikan dalam perhatian publik—mahasiswa. Bagi mereka, bencana tidak hanya berarti kehilangan tempat tinggal atau terganggunya rutinitas sehari-hari, tetapi juga ancaman nyata terhadap kelangsungan pendidikan. Ketika ekonomi keluarga tertekan akibat bencana, pendidikan kerap menjadi sektor yang paling mudah terpengaruh, dengan banyak mahasiswa terpaksa menunda studi atau bahkan berhenti sama sekali.

Konteks ini menuntut respons lebih dari sekadar bantuan sementara. Diperlukan kebijakan yang berlanjut serta berpihak pada keberlangsungan pendidikan agar proses pembelajaran tetap menjadi bagian dari pemulihan pascabencana, bukan korban berikutnya dari krisis yang melanda. Pendidikan adalah harapan bagi mereka untuk bangkit dari jerat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan di masa depan.

Dengan menyadari pentingnya hal ini, Universitas Terbuka (UT) tampil mengambil peran strategis. Melalui program UT Peduli, UT menunjukkan komitmennya untuk membantu masyarakat dan mahasiswa yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan kemanusiaan, tetapi juga mengupayakan jaminan keberlanjutan akses pendidikan bagi mahasiswa meskipun dalam situasi darurat.

UT menegaskan bahwa peran lembaga pendidikan dalam menghadapi dampak bencana tidak cukup hanya melalui rasa empati atau pemberian bantuan sesaat. Fokus utama tetap pada mahasiswa sebagai subjek utama pendidikan, tanpa memandang sulitnya keadaan. Oleh karena itu, UT mengeluarkan kebijakan strategis berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak bencana.

Melalui kebijakan yang diumumkan oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., UT memberlakukan pembebasan UKT pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. Langkah ini mencerminkan rasa solidaritas yang tulus, tanggung jawab institusi pendidikan tinggi pada warganya, serta dedikasi UT dalam memastikan keterjangkauan pendidikan. Beasiswa berupa pembebasan UKT ini diberikan untuk satu hingga dua semester, tergantung dari tingkat dampak bencana yang dialami oleh setiap mahasiswa.

Sebanyak 2.020 mahasiswa telah merasakan manfaat dari kebijakan ini. Inisiatif tersebut memberikan sentuhan yang signifikan dalam meringankan beban finansial keluarga mahasiswa pascabencana sekaligus mencegah risiko drop-out akibat ketidakmampuan ekonomi dalam situasi krisis.

Program ini sejalan dengan visi UT dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Pengurangan Ketimpangan. Melalui langkah ini, UT memastikan bahwa akses terhadap pendidikan tetap menjadi inklusif dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tak hanya berhenti pada penghapusan UKT, UT terus memperkuat perannya sebagai institusi yang peduli melalui kegiatan program UT Peduli. Bantuan berupa donasi disalurkan untuk mahasiswa di berbagai daerah terdampak, termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kota Medan. Selain itu, UT juga mengembangkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dirancang untuk membantu pemulihan sosial di daerah-daerah bencana.

Agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran, UT Daerah bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Sinergi antara berbagai pihak ini mencerminkan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dan menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat penanganan dampak bencana di tingkat lokal.

 

Sumber : UT

Editor Redaksi

banner 336x280

Komentar