Magelang, Nuansa Pendidikan – Syarat dalam proses penerimaan siswa-siswi baru di jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Magelang pada tahun ajaran 2026 akan lebih diperketat.
Betapa tidak, karena mulai sekarang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) merombak mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan menjadikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen seleksi utama berbobot 60 persen. Selasa, 26/05/2026
Hal ini secara tidak langsung membatasi jalur prestasi hanya pada satu lampiran piagam bernilai tertinggi guna menjamin objektivitas. Hal itu dikatakan Kepala Disdikbud Kota Magelang, Nurwiyono Nugroho, Senin (25/5/2026)
Beliau mengatakan bahwa perombakan struktur dalam persentase tersebut merupakan langkah awal secara krusial dalam proses penyaringan kompetensi dasar calon pelajar secara transparan.
“Kalau yang jenjang pendidikan SMP sekarang ada TKA, itu bobotnya 60 persen. Kemudian nilai rapor 20 persen dan piagam penghargaan 20 persen,” ujar Nurwiyono.
Penyederhanaan ini merupakan syarat pada jalur prestasi, tegasnya, merupakan wujud tindak lanjut dari rekomendasi Ombudsman
Pemangkasan lampiran sertifikat yang pada tahun sebelumnya mengakomodasi seluruh piagam siswa, dinilai jauh lebih praktis sekaligus meringankan beban pembacaan data pada sistem aplikasi.
Terkait hal yang akan dikhawatirkan orang tua siswa -siswi, memastikan potensi anak yang memiliki prestasi ganda tidak akan diabaikan.
Wadah pengembangan bakat akan difasilitasi sepenuhnya oleh pihak sekolah setelah siswa dinyatakan lolos.
“Jadi, memudahkan di dalam sistem saja, kita ambil yang tertinggi,” katanya.
Di luar urusan penyesuaian bobot nilai, Disdikbud Kota Magelang saat ini telah mengintegrasikan portal pendaftaran secara langsung dengan pangkalan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Dinas Sosial
Sinkronisasi data lintas instansi itu dioptimalkan pada tahapan verifikasi jalur domisili maupun afirmasi guna membendung praktik manipulasi identitas dari para pendaftar.
“Sekarang betul-betul sudah tersistem dengan baik. Harapannya SPMB clear and clean,” tegas Nurwiyono
Jurnalis : Tofan T
Editor : Redaksi
















Komentar