Wapres Gibran dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Digitalisasi Pembelajaran hingga Pelosok Papua

Transformasi Digital di Wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T)

Bali, Nuansa Pendidikan – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bertekad mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh penjuru Indonesia. Prioritas saat ini diarahkan pada transformasi digital di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), sekaligus membangun karakter generasi muda yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan dinamika global.

Inisiatif ini mencerminkan visi Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan kolaborasi generasi muda dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan mendorong pemerataan akses layanan pendidikan dasar dan memaksimalkan potensi di setiap wilayah, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat daya saing nasional dalam menghadapi tantangan global, menuju tercapainya visi Indonesia Maju.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa arah pendidikan nasional ke depan harus mampu menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

Pendidikan kita harus relevan dengan kebutuhan masyarakat, hadir di tengah kehidupan rakyat, dan menyediakan jawaban atas berbagai permasalahan yang ada. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi di tingkat global, tetapi juga memiliki integritas tinggi serta nasionalisme yang kuat sebagai penerus bangsa, kata Abdul Mu’ti dalam sambutannya pada pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Bali, belum lama ini.

Sebagai wujud nyata dari upaya tersebut, pemerintah melalui Kemendikdasmen terus menjalin kolaborasi dengan mengirimkan talenta-talenta terbaik, termasuk profesional muda dan para alumni program beasiswa, untuk memberikan edukasi digital kepada masyarakat di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan teknis sekaligus memotivasi siswa-siswa di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming. Dalam arahannya, Wakil Presiden mendorong penguatan fasilitas teknologi di sekolah-sekolah terpencil agar dapat mengejar ketertinggalan. Ia menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur pendidikan modern, seperti Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID), yang mulai diperkenalkan di sejumlah daerah seperti Papua dan NTT.

Kita ingin memastikan bahwa program pendidikan benar-benar menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini sulit diakses. Pengoperasian dan pemanfaatan alat-alat pendidikan berbasis digital harus dapat dioptimalkan oleh para guru dan siswa di kawasan 3T demi meningkatkan kualitas pendidikan mereka, tegas Wapres Gibran.

Selain digitalisasi tingkat dasar, Wakil Presiden juga memberikan perhatian besar pada penguatan keterampilan tinggi (high skill) di tingkat pendidikan menengah. Hal ini dianggap krusial guna merespons dinamika global sambil mengoptimalkan bonus demografi melalui peningkatan produktivitas generasi muda.

Melalui penguatan teknologi dan kolaborasi lintas sektoral, Kemendikdasmen berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap anak bangsa, di mana pun mereka berada, mendapatkan hak pendidikan berkualitas yang setara demi kemajuan bangsa yang berkeadilan. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan yang merata dan adaptasi teknologi diyakini menjadi kunci utama dalam mencapai target Indonesia maju di masa depan.

 

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 417/sipers/A6/V/2026

Jurnalis: Muhammad Irfan

Editor : Redaksi

banner 336x280

Komentar