Praktik Baik Revitalisasi SMPN 1 Tahunan Jepara

Revitalisasi SMPN 1 Tahunan Jepara Target 4 Bisa Menjadi 5 Kelas dengan Swakelola

Daerah, Kebijakan38 Dilihat

Demak, Nuansa Pendidikan – Mengawali awal semester genap tahun ajaran 2025/2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri Wonorejo 2, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, serta SMP Negeri 1 Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya di daerah yang terdampak banjir serta memiliki keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa revitalisasi ini merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap satuan pendidikan berada dalam kondisi yang aman dan layak pakai. Beliau menekankan pentingnya mencegah adanya sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan seperti atap yang roboh atau ruang belajar yang membahayakan para siswa. Oleh karena itu, revitalisasi sekolah menjadi prioritas agar proses pendidikan dapat berlangsung dengan lancar dan optimal.

Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa pelaksanaan program revitalisasi oleh masing-masing sekolah tidak hanya meningkatkan pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Program ini memungkinkan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar, menggerakkan ekonomi lokal, dan mendorong penggunaan material yang berasal dari lingkungan setempat. Ia menambahkan bahwa upaya ini memberikan keuntungan ganda, yaitu memacu aktivitas ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.

Pada tahun 2026, pemerintah telah menetapkan anggaran awal sebesar Rp 14 triliun dalam APBN untuk merevitalisasi sekitar 11 ribu sekolah. Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, cakupan program ini direncanakan akan diperluas hingga mencakup sekitar 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Kabupaten Demak menjadi salah satu wilayah yang merasakan manfaat besar dari program ini. Sebanyak 110 satuan pendidikan di Demak telah direvitalisasi dengan total alokasi dana mencapai Rp 76 miliar. Proyek ini mencakup 4 PAUD, 73 SD, 16 SMP, 6 SMA, 7 SMK, 1 SLB, dan 3 PKBM. Salah satu penerima manfaat revitalisasi adalah SD Negeri Wonorejo 2 Demak dengan dukungan dana sebesar Rp 2.229.803.192.

Bupati Demak, Eisti’anah, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Demak telah mengajukan permohonan revitalisasi untuk 89 lokasi satuan pendidikan pada tahun 2025. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan fasilitas sekolah yang memadai di daerah tersebut. Ia berharap program revitalisasi ini dapat terus berlanjut agar masyarakat Demak semakin merasakan manfaat dari perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Negeri Wonorejo 2 Demak, Ronsi, menjelaskan bahwa dana yang diterima digunakan untuk merehabilitasi 12 ruang kelas, ruang administrasi, ruang teknologi informasi, ruang UKS, gedung perpustakaan, sebuah paket toilet, serta membangun dua paket toilet baru. Menurutnya, dana revitalisasi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan layak.

Revitalisasi sekolah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mencakup total 120 lembaga pendidikan. Rinciannya meliputi 58 Sekolah Dasar (SD), 39 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 4 Sekolah Menengah Atas (SMA), 12 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Program ini didukung dengan alokasi anggaran sebesar Rp92.393.430.569.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa Kabupaten Jepara mendapatkan dukungan besar dari pemerintah pusat melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Bantuan tersebut mencakup sekolah negeri dan swasta di berbagai jenjang pendidikan dengan total nilai mencapai puluhan miliar rupiah. Menurutnya, program ini sangat membantu perkembangan daerah dengan alokasi anggaran sekitar Rp60 miliar untuk revitalisasi ratusan satuan pendidikan, termasuk PAUD, SD, dan SMP.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah SMP Negeri 1 Tahunan Jepara. Kepala sekolahnya, Adi Sasono, menjelaskan bahwa institusinya memperoleh Rp720 juta untuk rehabilitasi empat ruang kelas. Ia mengungkapkan bahwa revitalisasi telah selesai sepenuhnya, baik dari sisi fisik bangunan maupun penganggaran. Dengan efisiensi pelaksanaan, sekolah bahkan berhasil mengembangkan empat ruang kelas menjadi lima serta memanfaatkan sisa material untuk memperbaiki teras masjid sekolah.

Guru SMP Negeri 1 Tahunan, Nur Huda, turut merasakan dampak langsung dari perbaikan tersebut. Sebelumnya, kondisi bangunan sekolah yang telah berdiri sejak 1983 sering mengalami kebocoran, menimbulkan kekhawatiran saat proses belajar mengajar berlangsung. Setelah direnovasi, ruang kelas menjadi lebih nyaman dan aman, bahkan saat hujan turun.

Dampak positif dari program ini juga dirasakan oleh siswa SD Negeri Wonorejo II. Akbar dan Dania, dua pelajar di sekolah tersebut, mengungkapkan kegembiraan mereka atas peningkatan fasilitas ruang kelas yang kini lebih baik. Keduanya mengaku lebih bersemangat mengikuti pembelajaran setelah adanya perubahan.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, program ini juga menghadirkan teknologi modern ke dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyerahkan bantuan berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau papan digital interaktif serta menyelenggarakan pelatihan bagi guru. Pelatihan tersebut mencakup pembelajaran mendalam, penguasaan keterampilan, hingga pengenalan coding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai mata pelajaran pilihan. Lewat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini, Kemendikdasmen terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendorong terciptanya pendidikan berkualitas bagi semua peserta didik.

 

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 13/sipers/A6/I/2026

Jurnalis: Uly

Editor : Redaksi

banner 336x280

Komentar