Manado, Nuansa Pendidikan – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 14 Manado dan SMA Kristen St. Thomas Aquino Manado. Kedua sekolah tersebut sedang diusulkan untuk menerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Kunjungan yang berlangsung pada Senin (27/4) itu bertujuan memastikan kesiapan dan kebutuhan nyata dari kedua sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam penjelasannya, Wamen Atip menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung persiapan sekolah penerima program prioritas, sesuai arahan Presiden, terkait perbaikan fasilitas pendidikan. Menurutnya, penyediaan sarana fisik berkualitas menjadi kunci utama dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan revitalisasi dilakukan secara tepat sasaran dan maksimal. Atip menyampaikan harapannya agar program ini dapat berjalan dengan baik demi menyediakan sarana fisik yang memadai sebagai penunjang pendidikan bermutu.
Melalui peninjauan tersebut, Atip mendapati bahwa kerusakan infrastruktur di sejumlah sekolah terlihat cukup merata, sebagian besar karena sudah lama tidak mengalami perbaikan. Meski begitu, ia menjelaskan bahwa proses revitalisasi akan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas, dengan target penyelesaian pada November mendatang.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan memiliki dampak besar dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan yang telah mengalami penurunan fungsi. Langkah rehabilitasi ini juga penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik dalam menjalani proses pembelajaran yang efektif dan inovatif. Kepala SMP Negeri 14 Manado, Fransien, turut mendukung program ini dan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan beberapa usulan untuk revitalisasi.
Fransien menjabarkan kebutuhan sekolahnya, meliputi pembangunan dua ruang kelas baru berikut perabot, rehabilitasi perpustakaan, perbaikan toilet dan fasilitas sanitasi, serta penyediaan peralatan laboratorium IPA. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas selama ini telah berdampak pada efektivitas pembelajaran, terutama karena kurangnya ruang kelas yang memadai, fasilitas perpustakaan yang belum optimal, hingga kurangnya perangkat praktik untuk pelajaran IPA.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMA Kristen St. Thomas Aquino Manado, Yosephien, mengungkapkan tantangan yang dihadapi akibat keterbatasan fasilitas sekolah. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran praktik belum dapat berjalan secara optimal, sehingga para siswa lebih banyak terfokus pada teori. Selain itu, kerusakan pada plafon dan kebocoran atap juga sering mengganggu proses belajar mengajar. Dengan adanya usulan revitalisasi, pihak sekolah memiliki harapan besar untuk meningkatkan jumlah siswa serta mengembangkan berbagai aktivitas, termasuk kegiatan ekstrakurikuler. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama melalui perbaikan fasilitas laboratorium dan ruang kelas yang lebih memadai.
Di sisi lain, pihak sekolah juga mengajukan perbaikan perpustakaan, ruang kelas, serta laboratorium fisika. Hal ini termasuk pengadaan meja dan kursi yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa untuk mendukung kenyamanan dan kesehatan mereka. Yosephien menambahkan bahwa setelah proses revitalisasi selesai, sekolah akan terus mendorong penguatan kegiatan siswa yang sejalan dengan peningkatan fasilitas.
Revitalisasi Satuan Pendidikan dinilai sangat bermanfaat oleh Tuty, Guru Bahasa Inggris sekaligus pengelola perpustakaan SMP Negeri 14 Manado. Menurutnya, upaya revitalisasi dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung budaya literasi di kalangan siswa. Saat ini, kondisi perpustakaan sekolah masih jauh dari ideal dengan kerusakan bangunan yang kerap menjadi hambatan dalam aktivitas membaca.
Ia menjelaskan bahwa saat hujan, air yang merembes ke dalam ruang perpustakaan dapat merusak bahan bacaan. Selain itu, minimnya rak buku dan fasilitas pendukung membuat penataan ruang terbatas sehingga kenyamanan membaca sulit tercipta. Ia berharap melalui revitalisasi, gedung perpustakaan akan diperbaiki sekaligus dilengkapi dengan meja baca, rak buku tambahan, serta sarana seperti komputer agar kegiatan belajar siswa bisa berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Gisel, salah satu murid SMP Negeri 14 Manado, turut menyuarakan aspirasinya terhadap revitalisasi ini. Ia berharap upaya perbaikan sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif. Gisel menyatakan bahwa dengan renovasi dan peningkatan fasilitas sekolah, kegiatan belajar akan menjadi jauh lebih menyenangkan dan mendukung proses akademik mereka.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 327/sipers/A6/IV/2026
Jurnalis: Destya
Editor : Redaksi


















Komentar