Tasikmalaya, Nuansa Pendidikan – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Pusat UTBK Universitas Siliwangi berlangsung dengan dukungan penuh dari segi kesiapan teknis, medis, serta pengawasan yang ketat melalui tim monitoring dan evaluasi (monev).
Koordinator Monitoring dan Evaluasi, Prof. Dr. Siti Fadjarajani, Dra., M.T., menegaskan bahwa sejauh ini pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa hambatan berarti maupun pelanggaran serius. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini, tim monitoring dan evaluasi belum menemukan kejadian signifikan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan. Ujian terlaksana sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Meskipun ada kendala kecil yang muncul, seperti kelalaian peserta dalam membawa dokumen administrasi, situasi tersebut dapat tertangani dengan baik sehingga tidak mengganggu jalannya ujian secara keseluruhan. Selain itu, tidak ditemukan indikasi adanya kecurangan serius, seperti praktik perjokian, penggunaan alat komunikasi ilegal, atau kolaborasi antar peserta.
Sejauh ini, tidak ditemukan indikasi adanya kecurangan, seperti penggunaan joki, perangkat komunikasi terlarang, atau bentuk pelanggaran lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan UTBK-SNBT di Universitas Siliwangi berlangsung dengan mengedepankan nilai integritas, ungkapnya.
Prof. Siti Fadjarajani menambahkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari upaya pencegahan yang telah diterapkan sejak awal. Tim monitoring dan evaluasi secara konsisten menyampaikan pedoman pelaksanaan operasional kepada panitia dan peserta, baik secara langsung maupun melalui beragam media informasi. Selain itu, panitia dan pengawas juga rutin diberikan pembekalan untuk memastikan pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Setiap hari, kami memberikan pengarahan kepada panitia dan pengawas agar tetap waspada terhadap potensi kecurangan sekecil apa pun. Koordinasi yang erat di antara seluruh tim menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas pelaksanaan ujian, jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pengalaman dari penyelenggaraan UTBK di berbagai perguruan tinggi lain dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kewaspadaan. Meski aturan secara umum tidak banyak berubah, perkembangan teknologi menjadi perhatian khusus dalam upaya mencegah segala bentuk pelanggaran.
Tidak ada strategi baru yang secara signifikan berbeda dari tahun sebelumnya, namun langkah-langkah kewaspadaan terus ditingkatkan dengan belajar dari berbagai temuan di tempat lain. Pendekatan ini menjadi landasan utama agar pelaksanaan dapat dilakukan dengan lebih hati-hati dan terukur, jelasnya.
Dengan adanya sinergi yang optimal antara tim monitoring dan evaluasi, panitia, serta seluruh elemen pendukung, pelaksanaan UTBK-SNBT di Universitas Siliwangi diharapkan dapat berlangsung dengan lancar, transparan, serta menjunjung integritas hingga hari terakhir.
Sumber : Humas UNSIl
Editor : Redaksi

















Komentar