Purwokerto,Nuansa Pendidikan – SD Negeri 1 Kranji (Skransa) Purwokerto menggelar acara tasyakuran kelulusan siswa kelas 6 Tahun Ajaran 2025/2026. Acara yang mengusung tema “Menapak Jejak, Menggapai Asa” ini berlangsung dengan khidmat di Hastinapura Convention Center, Hotel Java Heritage, Purwokerto, pada Selasa (9/6/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh total 326 peserta, yang terdiri dari 127 siswa kelulusan, 154 wali murid, serta 45 guru dan tamu undangan. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat prosesi kelulusan berlangsung, menandai berakhirnya masa belajar siswa selama enam tahun di jenjang sekolah dasar.
Apresiasi Kelulusan dan Jargon Akhlak
Kepala Sekolah SDN 1 Kranji, Idha Nurani, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan para siswa. Ia menegaskan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju perjalanan yang lebih luas.
“Ingatlah satu hal: orang hebat bukanlah orang yang tidak pernah jatuh, tapi orang hebat adalah orang yang selalu bangkit setelah jatuh. Jangan pernah berhenti bermimpi,” pesan Idha dalam sambutannya.
Idha juga mengingatkan para siswa untuk selalu menjaga akhlak di mana pun berada. Menurutnya, ilmu akan membuat siswa menjadi cerdas, namun akhlaklah yang membuat mereka dihormati oleh masyarakat. Ia juga berharap agar para alumni tidak melupakan sekolah yang menjadi saksi awal perjuangan mimpi mereka.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Marina Diana Putri, menyampaikan laporan penyelenggaraan dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya para guru dan wali murid yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil.
“Kami ucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu guru Skransa yang telah berhasil membawa anak-anak lulus 100 persen. Terima kasih juga kepada seluruh panitia yang telah ikhlas bekerja demi kelancaran acara hari ini,” ujar Marina. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan seni dari para siswa, mulai dari paduan suara, gerak dan lagu, hingga pementasan drama.
Tanggapan Korwilcam Terkait Fenomena Perpisahan di Hotel
Menanggapi tren acara perpisahan sekolah yang diselenggarakan di hotel—sebuah isu yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial—Koordinator Korwilcam Dinas Pendidikan Purwokerto, Fauzan Nur Rofiq, S.Pd., memberikan pandangannya.
Fauzan menilai hal tersebut tidak menjadi masalah selama merupakan hasil keputusan bersama yang disepakati oleh seluruh wali murid.
“Karena ini di medsos mungkin Bapak/Ibu juga sudah mulai membaca, ‘Perpisahan SD kok di hotel?’. Saya langsung terasa, Purwokerto Timur di hotel semua. Tapi sepanjang itu memang menjadi kesepakatan para wali murid, (tidak apa-apa),” terang Fauzan.
Lebih lanjut, Fauzan memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak sekolah dan komite yang berhasil menjaga eksistensi SDN 1 Kranji sebagai sekolah favorit yang kaya prestasi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Tiga Pesan Penting untuk Generasi Tangguh
Kepada para lulusan, Fauzan menitipkan tiga pesan utama sebagai modal memasuki jenjang pendidikan berikutnya:
1. Jangan pernah berhenti belajar: Terus tingkatkan kompetensi, baik di bidang akademis maupun non-akademis seperti olahraga dan seni.
2. Jagalah karakter dan akhlak: Kecerdasan tanpa adab akan menghilangkan sisi kemanusiaan.
3. Jagalah nama baik: Menjaga reputasi pribadi, keluarga, dan almamater sekolah.
Di akhir sambutannya, Fauzan juga memberikan pesan khusus kepada para orang tua agar tidak memanjakan anak secara berlebihan jika ingin membentuk generasi yang kuat.
“Jangan semua permintaan anak langsung dituruti. Berikan proses dan usaha saat mereka menginginkan sesuatu. Itu adalah simulasi kehidupan agar nanti anak-anak kita masuk di kehidupan nyata betul-betul menjadi generasi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan zamannya,” pungkasnya.
Reporter : AKA
Editor : Redaksi














Komentar