Penghargaan Kota Terbersih Lindungi yang Terkasih di Peringatan Hari AIDS Sedunia

Ciamis Kota Terbersih, Peringatan hari AIDS Sedunia Lindungi orang Terkasih

SMA14 Dilihat

CIAMIS, nuansapendidikan.co.id – Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Kabupaten Ciamis berlangsung meriah dan edukatif.

Dengan mengangkat tema “Lindungi yang Terkasih, Jaga Kota Terbersih”, kegiatan ini digelar di Gedung Olahraga SMAN 2 Ciamis dan diikuti ratusan siswa SMA Negeri 2 Ciamis (SMANDACIS).

banner 336x280

Para pelajar memadati area kegiatan sejak pagi, menciptakan suasana hidup sekaligus antusias dalam mengikuti rangkaian edukasi kesehatan tersebut.

Kepala SMAN 2 Ciamis, Dra. Hj. Teti Gumiati, M.Pd, membuka acara secara resmi.

Ia menegaskan bahwa sekolah memandang penting kegiatan ini bagi remaja yang sedang memasuki fase krusial menuju dewasa.

“Edukasi dan pencegahan adalah hal terpenting, apalagi di usia remaja seperti tingkat SMA,” ujar Teti saat menyambut peserta. Jum’at, (27/11/2025).

Kadinkes Tekankan Pencegahan sebagai Benteng Utama

Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, Rizali, turut hadir dan mengapresiasi langkah Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Ciamis, Andi Ali Fikri, yang menginisiasi kegiatan tersebut.

Sebelum menyampaikan sambutan Bupati Ciamis, Rizali mengajak peserta melakukan permainan kecil dan olahraga ringan untuk mencairkan suasana.

Di hadapan para pelajar, Rizali menyampaikan pesan penting terkait pola hidup sehat.

“Pencegahan adalah obat utama bagi HIV/AIDS,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa kemajuan pengobatan bukan alasan untuk lengah.

“Meskipun kini HIV/AIDS sudah ada pengobatan, tak berarti membuat setiap orang lengah dan tak menjaga kewaspadaan,” ujarnya.

Perjuangan Melawan HIV: Tantangan Sosial Masih Mengemuka

Dalam paparannya, Rizali menyoroti sejumlah tantangan yang masih menghambat upaya pengendalian HIV di masyarakat.

“Stigma dan diskriminasi masih menjadi hambatan besar bagi orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) untuk mengakses layanan,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya layanan kesehatan yang inklusif dan bebas stigma.

“Sudah saatnya kita mewujudkan Kabupaten Ciamis sebagai wilayah yang ramah, peduli, dan menghargai kesetaraan,” ucapnya.

Rizali juga menyoroti peran lintas sektor dalam memperkuat akses layanan.

“Pemerintah daerah bersama puskesmas, rumah sakit, organisasi masyarakat, dan komunitas harus memperkuat koordinasi agar layanan HIV tetap tersedia, terjangkau, dan berkualitas,” ujarnya.

Arah Kebijakan: Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci

Kadinkes menegaskan bahwa penguatan layanan HIV membutuhkan inovasi berkelanjutan.

“Transformasi respon HIV tidak dapat dilepaskan dari inovasi, baik dalam tata kelola, pendekatan layanan, edukasi, maupun pemanfaatan teknologi,” ungkapnya.

Ia menambahkan pentingnya dukungan keluarga, tokoh agama, pendidik, dan generasi muda dalam membangun lingkungan yang aman bagi ODHA.

“Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah saja. Dukungan keluarga, tokoh agama, pendidik, kalangan pemuda, serta masyarakat sangat menentukan,” katanya.

Menuju Indonesia Tanpa AIDS 2030

Pada bagian akhir sambutan yang mewakili Bupati Ciamis, Rizali menyerukan semangat kolektif untuk mengakhiri epidemi AIDS pada 2030.

“Cita-cita ini hanya dapat tercapai apabila seluruh komunitas masyarakat bersatu, bergerak bersama, dan konsisten dalam pencegahan, pengobatan, pendampingan, serta edukasi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya program pencegahan penularan dari ibu ke anak serta peningkatan akses terapi ARV di tingkat desa dan kelurahan.

Menutup acara, Rizali kembali mengingatkan pesan inti peringatan tahun ini.

“Perjuangan melawan HIV/AIDS belum selesai. Kita harus terus membangun respons yang tangguh, adaptif, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Peringatan Hari AIDS Sedunia di Ciamis ini tak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga upaya konkret untuk membangun generasi muda yang lebih sadar kesehatan, bebas stigma, dan berkomitmen menjaga masa depan Kabupaten Ciamis sebagai daerah yang sehat dan peduli.

banner 336x280

Komentar