Tasikmalaya || Nuansa Pendidikan – SMP Negeri 5 Tasikmalaya menggelar kegiatan tahunan Oktober Fest 2026 yang dipadukan dengan peringatan Bulan Bahasa dan Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI). Mengusung tema “Harmoni Oktober Nusantara: Merajut Budaya, Menjaga Bahasa, Menguatkan Bangsa”, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (19–20 Oktober 2026), di halaman dan aula sekolah.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kemampuan berbahasa, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal dan nasional.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pembuatan 1.000 kutipan atau kata bijak (quotes) dalam bahasa Indonesia, Sunda, dan Inggris. Karya-karya tersebut digantungkan di pepohonan di area lapangan sekolah sebagai bentuk ekspresi literasi sekaligus upaya menciptakan lingkungan sekolah yang inspiratif.

Perwakilan Ketua Panitia Oktober Fest 2026 sekaligus Guru Bahasa Indonesia SMPN 5 Tasikmalaya, Desy Puspitasari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin sekolah setiap Oktober yang melibatkan seluruh warga sekolah.
“Oktober Fest ini sudah menjadi program rutin sekolah setiap bulan Oktober. Untuk tahun 2026 ini, kami mengolaborasikannya dengan Pentas PAI dan penguatan budaya lokal,” ujar Desy saat diwawancarai seusai acara puncak, Selasa (20/10/2026).
Ia menyebutkan, sebanyak 1.080 siswa kelas VII, VIII, dan IX turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan juga datang dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha, hingga petugas kebersihan atau caraka yang bersama-sama berkontribusi dalam pembuatan kutipan inspiratif.
Beragam Lomba Asah Bakat dan Kreativitas Siswa
Pada hari pertama, Senin (19/10/2026), panitia menggelar berbagai perlombaan untuk mengembangkan potensi siswa di bidang bahasa, sastra, keagamaan, dan seni budaya.
Di bidang bahasa dan sastra, siswa mengikuti lomba menulis cerita pendek (cerpen), baca tulis puisi, biantara atau pidato bahasa Sunda, mendongeng, serta storytelling dalam bahasa Inggris.
Sementara itu, Pentas PAI diisi dengan perlombaan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Olimpiade PAI, seni kaligrafi, dan pidato keagamaan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus melatih kepercayaan diri siswa.
Nuansa budaya khas Kota Tasikmalaya juga hadir melalui lomba melukis Payung Geulis, salah satu ikon kerajinan daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Fashion Show Batik Warnai Acara Puncak
Puncak Oktober Fest 2026 berlangsung pada Selasa (20/10/2026), dengan menampilkan fashion show yang mengangkat keindahan batik khas Tasikmalaya, termasuk motif Payung Geulis.
Selain peragaan busana, acara puncak dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas siswa. Panitia juga mengumumkan para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pada hari pertama.
Menurut Desy, Oktober Fest juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi terhadap berbagai prestasi yang telah diraih siswa SMPN 5 Tasikmalaya sepanjang 2026, baik di tingkat kota maupun ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Prestasi tersebut meliputi bidang olahraga, seperti pencak silat dan atletik; bidang sains melalui OSN; serta bidang kebahasaan, seperti aksara Sunda, sajak, mendongeng, puisi, dan storytelling. Siswa juga menorehkan prestasi di bidang seni tradisi, termasuk pupuh dan kawih.
Tanamkan Kesantunan Berbahasa dan Kecintaan terhadap Budaya
Melalui Oktober Fest 2026, SMPN 5 Tasikmalaya berharap siswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik dan kreativitas, tetapi juga memiliki karakter yang santun, menghargai keberagaman bahasa, serta bangga terhadap budaya daerah dan nasional.
Desy berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi di berbagai bidang.
“Harapan kami ke depan, selain mengangkat budaya lokal Tasikmalaya dan Indonesia, program ini bisa menginspirasi anak-anak untuk tetap berbahasa santun dan berbudaya sesuai lingkungannya, serta makin berprestasi di seluruh bidang,” tuturnya.
Penyelenggaraan Oktober Fest 2026 menjadi salah satu upaya sekolah dalam mengintegrasikan literasi, pendidikan karakter, nilai-nilai keagamaan, dan pelestarian budaya ke dalam kegiatan pendidikan yang kreatif dan menyenangkan.
Reporter : AKA
Editor : Redaksi
















Komentar