Jakarta,Nuansa Pendidikan – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP selama sepekan terakhir berhasil memberikan beragam pengalaman positif bagi para peserta didik di berbagai daerah. Dengan semangat “Jujur dan Gembira”, siswa-siswi menunjukkan antusiasme, kesiapan, dan rasa percaya diri dalam menjalani proses asesmen tersebut.
Antusiasme yang tinggi terlihat di banyak daerah, termasuk Provinsi Papua. Di SMP Negeri 1 Sentani, tercatat 296 peserta mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran sempurna, mencapai 100 persen. Salah satu peserta, Gloria El A.K. Joteni, berbagi cerita bahwa meskipun sempat merasa gugup di awal, mengikuti TKA ternyata menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Gloria mengungkapkan bahwa kegugupan di awal perlahan menghilang saat ia mulai mengerjakan soal. Menurutnya, soal-soal TKA tidaklah sesulit yang dibayangkan sebelumnya. Ia juga menambahkan bahwa persiapan melalui latihan soal dan pendalaman materi yang rutin sebelum tes sangat membantunya merasa lebih siap menghadapi asesmen tersebut.

Pengalaman serupa dialami oleh para siswa di SMP Negeri 239 Jakarta. Arya Dwi Putra, seorang siswa kelas IX, mengungkapkan bahwa TKA tidak hanya menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga memberikan makna dalam mengukur kemampuan akademiknya. Arya merasa bersemangat setelah mengikuti TKA, karena menurutnya, tes ini lebih dari sekadar evaluasi; ini adalah alat untuk menilai seberapa jauh ia memahami pelajaran.
Di sisi lain, Jihan, siswa lain dari sekolah yang sama, berbagi pandangan serupa mengenai manfaat TKA. Ia merasa bahwa selain membantu memperluas wawasan, TKA juga mendorong penggunaan teknologi secara bijaksana. Menurutnya, soal-soal yang diujikan sudah sejalan dengan materi yang diajarkan di sekolah, memudahkan siswa dalam menjawabnya.
Ia merasa senang karena melalui TKA, pengetahuannya bertambah. Dengan soal-soal yang sesuai dengan pelajaran di sekolah, Jihan merasa lebih percaya diri untuk menyelesaikannya dengan baik.
Sementara itu, di Kota Cimahi, Jawa Barat, antusiasme peserta terlihat dari tingkat kehadiran yang hampir mencapai 100 persen di berbagai sekolah. Pelaksanaan TKA berlangsung tertib berkat dukungan tim proktor, teknisi, dan pengawas yang menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku. Ujian dilaksanakan secara daring, sedangkan untuk jenjang SLB, dilakukan dengan metode semi-daring guna mengakomodasi kebutuhan khusus siswa.
Para siswa di Cimahi juga merasa dapat mengikuti ujian dengan lancar. Salah satu siswa SMP Negeri 4 Cimahi, Rayhan, mengatakan bahwa ia tidak menghadapi kesulitan berarti dalam menyelesaikan soal-soal TKA. Baginya, soal-soal tersebut terasa cukup mudah asalkan dikerjakan dengan cermat dan teliti.
Zafiar mengungkapkan pendapat serupa, menilai bahwa pelaksanaan TKA berjalan dengan baik dan soal-soal yang diberikan tetap relevan dengan materi pembelajaran sebelumnya. Ia menyatakan pelaksanaan berlangsung lancar, dengan soal-soal yang diambil dari materi kelas sebelumnya. Waktu pengerjaannya dirasa cukup, dan soal-soalnya dapat dipahami asalkan dibaca dengan cermat dan didalami.
Ketenangan, kesiapan mental, dan rasa percaya diri menjadi kunci utama bagi para siswa dalam menghadapi TKA. Mereka dapat menyelesaikan soal tanpa rasa takut atau ragu serta mampu menjaga konsentrasi selama proses pengerjaan. Motivasi memperoleh hasil terbaik juga menjadi dorongan kuat untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengukur capaian belajar, tetapi juga menghadirkan pengalaman positif yang meningkatkan semangat belajar siswa. Antusiasme peserta didik dari berbagai daerah mencerminkan bahwa TKA diterima dengan baik dan memberikan dampak positif bagi perkembangan pembelajaran di Indonesia.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 269/sipers/A6/IV/2026
Jurnalis: Stephanie Westiana
Editor: Redaksi















Komentar