Mahasiswa ITB Manfaatkan Limbah Kulit Udang untuk Lumpur Pengeboran Ramah Lingkungan

Manfaatkan Limbah Kulit Udang untuk Lumpur Pengeboran Ramah Lingkungan

Bandung,Nuansa Pendidikan – Tim PetroChemix, yang terdiri dari mahasiswa Teknik Perminyakan dan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), berhasil meraih Juara 3 dalam Mud Innovation Competition pada ajang OIL WEEK 2025. Kompetisi ini diadakan oleh Society of Petroleum Engineers Universitas Indonesia Student Chapter (SPE UI).

Tim PetroChemix terdiri dari Ghifari Jauhar Yajri dan Arief Ramadhan dari program studi Teknik Perminyakan, serta Fathi Aurasaliha Thorifah dari Teknik Kimia. Inovasi Lumpur Pengeboran dengan Pemanfaatan Limbah Lokal

Nama PetroChemix merupakan kombinasi dari kata “Petroleum” dan “Chemical Mix,” mencerminkan pendekatan kreatif mereka dalam mengembangkan formulasi lumpur pengeboran. Kompetisi ini menantang peserta untuk menciptakan lumpur pengeboran yang tak hanya efisien tetapi juga ramah lingkungan sebagai solusi atas permasalahan di sumur minyak Anggrek-1.

Untuk menjawab tantangan tersebut, mereka mengusung karya berjudul “Utilization of Chitosan-Coated CaCO3 Nanoparticles and Tamarind Gum for Eco-Efficient Drilling Fluid Design.Dengan memanfaatkan limbah kulit udang (chitosan) dan getah asam jawa (tamarind gum), formulasi ini dirancang untuk mengurangi kehilangan cairan pengeboran (fluid loss), mengatasi pembengkakan lempung (swelling clay), serta meningkatkan reologi lumpur.

Partikel nano CaCO3 yang dilapisi chitosan memungkinkan lumpur menutup pori-pori formasi tanpa merusaknya. Ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengeboran tetapi juga menekan dampak lingkungan dan biaya operasional,” jelas Ghifari. Motivasi utama tim adalah menjawab dua tantangan besar industri migas, yakni meningkatkan efisiensi teknis sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan, terutama melalui pemanfaatan limbah lokal sebagai bahan baku inovasi.

Selama kompetisi, mereka mendapat bimbingan dari William Sutaman, alumnus Teknik Perminyakan ITB angkatan 2020 yang saat ini melanjutkan studi magisternya di Meksiko. “Dukungan beliau sangat membantu kami memperkuat proposal dan strategi selama kompetisi,” ungkap Ghifari. Ke depan, tim PetroChemix berencana menguji formulasi ini pada skala laboratorium dan membuka peluang kolaborasi riset lebih lanjut dengan pihak industri.

Pesan Ghifari kepada mahasiswa lain adalah untuk terus berani mencoba. “Yang penting bukan tentang seberapa cepat kita mencapai keberhasilan, tapi seberapa konsisten kita melangkah menuju tujuan, tutupnya.

 

 

Sumber : Humas ITB

Jurnalis : Muhammad Hanif Darmawan

Editor : Redaksi

banner 336x280

Komentar