Bandung || Nuansa Pendidikan – Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Mochammad Chaerul, S.T., M.T., mendorong pengelolaan limbah padat secara terintegrasi dan berkelanjutan melalui pendekatan rekayasa sistem.
Gagasan tersebut disampaikan dalam Orasi Ilmiah Guru Besar di Aula Barat ITB Kampus Ganesha, Sabtu (10/10/2026), dengan judul “Rekayasa Sistem Limbah Padat: Dari Optimasi Menuju Integrasi Sistem Berkelanjutan”.
Prof. Chaerul menegaskan, pengelolaan limbah bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan sistem yang melibatkan aspek teknis, lingkungan, ekonomi, sosial, dan kelembagaan.
Menurutnya, pengelolaan yang efektif membutuhkan integrasi berbagai pendekatan, mulai dari optimasi pengangkutan, pemilihan teknologi, analisis risiko, hingga evaluasi dampak lingkungan.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah sekaligus mengurangi dampak lingkungan dan mendorong pemanfaatan kembali material.
“Kontribusi utama rekayasa sistem limbah padat adalah melihat limbah sebagai suatu sistem, memahami keterkaitan antarkomponen, dan merancang sistem yang membuat seluruh komponen bekerja sama,” ujarnya.
Melalui pendekatan ini, pengelolaan limbah diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Sumber : itb.ac.id
Editor : Redaksi Nuansa Pendidikan
