UNITAS Wisuda 291 Lulusan, Rektor Dorong Alumni Segera Berkiprah dan Siap Kerja

UNITAS Lepas 291 Wisudawan, Alumni Ditargetkan Siap Bersaing di Dunia Kerja

Tasikmalaya || Nuansa Pendidikan – Institut Agama Islam Tasikmalaya/Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana (S1) ke-48 dan Program Magister (S2) ke-4, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Grand Metro Hotel Tasikmalaya tersebut menjadi momentum bagi 291 mahasiswa untuk menandai berakhirnya masa studi sekaligus memasuki dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.

Dari 291 wisudawan, sebanyak 259 mahasiswa merupakan lulusan Program Sarjana (S1) dan 32 mahasiswa lulusan Program Magister (S2).

Rektor UNITAS, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani perkuliahan dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi lulusan dan keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Selamat dan sukses untuk para wisudawan dan wisudawati. Semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat dan berdampak baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas. Kami berharap lulusan universitas ini secepatnya bisa langsung bekerja sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing,” ujar Dr. Ade usai acara.

Alumni UNITAS Tersebar di Berbagai Sektor

Dr. Ade mengatakan, hingga saat ini jumlah alumni UNITAS telah mencapai belasan ribu orang. Mereka tersebar di berbagai bidang pekerjaan, baik di instansi pemerintah maupun sektor swasta.

Bidang yang digeluti para alumni pun cukup beragam, mulai dari pendidikan, hukum, hingga dunia kewirausahaan.

Menurutnya, hasil tracer study yang dilakukan pihak kampus menunjukkan bahwa lulusan UNITAS memiliki tingkat penyerapan kerja yang cukup baik. Bahkan, sebagian mahasiswa telah bekerja sebelum menyelesaikan masa studinya.

“Berdasarkan hasil tracer study, alumni kita lebih cepat mendapatkan pekerjaan. Bahkan sebagian mahasiswa yang diwisuda hari ini sudah banyak yang bekerja sejak masih menempuh perkuliahan,” katanya.

Ia menilai, kondisi tersebut tidak terlepas dari upaya kampus dalam menanamkan kemandirian kepada mahasiswa. Salah satunya melalui kurikulum yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan.

Tak Hanya Akademik, UNITAS Tekankan Akhlakul Karimah

Sebagai perguruan tinggi berbasis keagamaan, UNITAS tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik mahasiswa. Pembentukan karakter dan akhlakul karimah juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Dr. Ade menegaskan, kampus berupaya membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, karakter, dan nilai-nilai keagamaan.

“Kita membangun keseimbangan, bukan hanya kecerdasan secara akademik atau intelektual, tetapi juga membangun karakter dan akhlakul karimah. Kita memiliki program pengembangan tahfidz, tahsin, dan tilawah Al-Qur’an agar nilai-nilai agama menjadi basis perilaku dalam kehidupan mereka,” jelasnya.

Untuk membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, UNITAS juga menyediakan berbagai akses beasiswa. Di antaranya KIP Kuliah dari pemerintah pusat, Jabar Future Leaders dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, beasiswa BAZNAS Provinsi dan Kota, bantuan Pemerintah Kota Tasikmalaya, serta beasiswa kemitraan dari sejumlah perusahaan swasta.

UNITAS Siapkan Prodi Manajemen Haji dan Umrah

Sementara itu, terkait perkembangan kelembagaan, Dr. Ade menjelaskan bahwa ijazah lulusan pada wisuda kali ini masih menggunakan nama Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT).

Hal tersebut berkaitan dengan proses administrasi dan pendaftaran mahasiswa yang dilakukan sejak awal sebelum adanya perubahan status kelembagaan menjadi Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS).

Ke depan, pihak kampus terus melakukan pengembangan, baik dari sisi kelembagaan maupun akademik. Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah pembukaan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah.

“InsyaAllah pada tahun akademik baru mendatang kami menargetkan pembukaan prodi Manajemen Haji dan Umrah. Proposal pengajuan sudah diserahkan,” ungkapnya.

Menurut Dr. Ade, program studi tersebut memiliki prospek yang cukup besar. Terlebih, saat ini terdapat perkembangan kelembagaan pemerintah yang menangani urusan haji serta pertumbuhan biro perjalanan umrah, khususnya di wilayah Tasikmalaya, Ciamis dan daerah sekitarnya.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi profesional di bidang pengelolaan haji dan umrah.

Untuk penerimaan mahasiswa angkatan pertama, UNITAS menargetkan kuota sekitar 60 mahasiswa atau dua kelas.

Dengan pengembangan program studi baru tersebut, UNITAS berharap dapat semakin memperluas kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, serta memiliki landasan keagamaan yang kuat untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

 

Reporter : AKA

Editor : Redaksi NP