MAGELANG || NUANSA PENDIDIKAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tim mahasiswa UPI berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional dengan meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Pelita Fair 2026 yang diselenggarakan UKM Pelita Universitas Tidar, Magelang, Kamis (27/8/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UPI mampu menghadirkan gagasan pendidikan yang kreatif, inovatif, sekaligus responsif terhadap perkembangan teknologi digital.

Tim UPI yang berhasil membawa pulang gelar juara tersebut terdiri dari Bunga Syahira Maharani dan Filzah Nabila Asri, mahasiswa S1 Pendidikan Fisika, serta Ahmad Izzuddin Azzam, mahasiswa S1 Ilmu Komputer. Tim tersebut berada di bawah bimbingan Nurdini, M.Pd.
Persaingan dalam LKTI Pelita Fair 2026 berlangsung cukup ketat. Tim UPI harus berhadapan dengan finalis dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Universitas Tidar sebagai tuan rumah.
Hadirkan STATICS, Satukan Teknologi dan Warisan Sejarah
Di balik raihan juara tersebut terdapat sebuah gagasan inovatif bernama STATICS, melalui karya berjudul:
“STATICS: Pocketbook Berbasis Augmented Reality dengan Integrasi Digital Heritage Gedung Sate untuk Mendukung Literasi Sains Peserta Didik SMA.”
Karya tersebut menawarkan konsep pembelajaran fisika yang berbeda. Materi Kesetimbangan Benda Tegar tidak hanya disampaikan melalui teks dan gambar, tetapi dikembangkan menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif.
Menariknya, teknologi tersebut dipadukan dengan Digital Heritage Gedung Sate. Bangunan ikonik Jawa Barat itu dijadikan sebagai konteks pembelajaran untuk membantu peserta didik melihat hubungan antara konsep fisika dengan objek nyata yang berada di lingkungan kehidupan mereka.
Pendekatan ini menjadikan pembelajaran tidak sekadar berorientasi pada hafalan rumus, tetapi mendorong siswa untuk memahami konsep, mengamati fenomena, melakukan investigasi, serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Diperkuat Beragam Fitur Pembelajaran
STATICS juga dilengkapi sejumlah fitur yang dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik.
Di antaranya Digital Heritage Insight, Investigasi STATICS, Science Literacy Corner, dan STATICS Challenge.
Melalui fitur tersebut, siswa diarahkan untuk mengenal nilai sejarah Gedung Sate sekaligus mengeksplorasi konsep-konsep fisika secara lebih mendalam. Sementara itu, fitur tantangan memberikan ruang bagi peserta didik untuk menguji pemahaman dan kemampuan literasi sains mereka.
Pengembangan media tersebut mengacu pada kerangka kompetensi literasi sains OECD PISA, sehingga inovasi yang ditawarkan tidak hanya menarik dari sisi teknologi, tetapi juga memiliki orientasi terhadap penguatan kompetensi peserta didik.
Kolaborasi Lintas Prodi Melahirkan Inovasi
Salah satu hal menarik dari keberhasilan tim UPI adalah adanya kolaborasi lintas program studi.
Mahasiswa Pendidikan Fisika berperan dalam pengembangan substansi dan konsep pembelajaran fisika, sementara mahasiswa Ilmu Komputer mendukung aspek teknologi dalam pengembangan media berbasis digital.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa inovasi pendidikan membutuhkan keterhubungan berbagai disiplin ilmu. Perpaduan antara sains, teknologi, pendidikan, dan kearifan lokal mampu menghasilkan gagasan yang lebih relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
UPI Kembali Buktikan Kualitas Mahasiswa di Tingkat Nasional
Raihan Juara 1 LKTI Pelita Fair 2026 menjadi capaian yang patut diapresiasi. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat kiprah mahasiswa UPI dalam berbagai kompetisi ilmiah tingkat nasional.
Lebih dari sekadar memperoleh gelar juara, karya STATICS membawa pesan bahwa teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk membuat pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.
Pemanfaatan Gedung Sate sebagai digital heritage juga menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak harus menghilangkan identitas lokal. Sebaliknya, warisan sejarah dan budaya dapat menjadi sumber belajar yang menarik ketika dikemas melalui pendekatan teknologi.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa UPI dan generasi muda lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, serta menghadirkan solusi nyata bagi dunia pendidikan Indonesia.
Sumber : Humas UPI
Editor : Redaksi
NUANSA PENDIDIKAN
Mengabarkan Pendidikan, Menginspirasi Prestasi.


















Komentar