Festival Dulag Istimewa 1447 Hijriah, Harmoni Budaya dan Ukhuwah

Menyemarakkan Malam Takbiran 1 Syawal 1447 Hijriah

Daerah, Seremonial9 Dilihat

Bandung,Nuansa Pendidikan – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) kembali menyelenggarakan Festival Dulag Istimewa 1447 H untuk memeriahkan malam takbiran 1 Syawal 1447 Hijriah.

Acara ini digelar pada Jumat, 20 Maret 2026, mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WIB di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Barat turut hadir, menampilkan kreativitas seni dulag dalam suasana yang tertib, bersih, dan estetis.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa ini merupakan tahun kedua festival diselenggarakan sejak dirinya menjabat sebagai gubernur. Ia menjelaskan tujuan festival adalah memperkuat nilai spiritual dan sosial masyarakat pasca-Ramadan dengan mengangkat tradisi “ngadulag” atau memukul beduk sebagai lambang kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah di Tanah Pasundan.

Kegiatan tersebut, menurut Gubernur, sejalan dengan visi “Lembur Diurus, Kota Ditata, Jawa Barat Istimewa,” yang memadukan unsur budaya, religiusitas, dan keteraturan tata kota. Ia juga mengapresiasi petugas yang ikut memastikan kelancaran acara. Gubernur menyerukan agar masyarakat senantiasa bersyukur dengan menghormati pengorbanan mereka yang telah bekerja keras untuk menghadirkan suasana khidmat bagi seluruh warga.

Lebih dari sekadar hiburan, Festival Dulag Istimewa diharapkan menjadi wadah untuk membina karakter generasi muda melalui penerapan nilai-nilai Pancawaluya: “cageur, bageur, bener, pinter, singer” sekaligus memperkuat jati diri budaya religius khas Jawa Barat.

Di Festival kali ini, sebanyak 43 tim berpartisipasi, terdiri dari perwakilan 27 pemerintah kabupaten/kota serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar. Setiap tim tampil dengan memainkan beduk di area yang telah disiapkan berukuran 3×5 meter, dengan durasi maksimal dua menit untuk setiap penampilan. Dewan juri yang independen dan profesional menilai performa para peserta berdasarkan keseluruhan penampilan dan momen-momen terbaik tiap tim.

Hasil akhir festival menempatkan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat sebagai juara kedua. Kadisdik Jabar, Purwanto, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi tersebut sekaligus menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan tradisi keislaman. Ia menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk tetap melestarikan tradisi dulag sebagai bagian integral dari kebudayaan Indonesia.

 

Sumber : Disdik Provinsi Jabar

Jurnalis : Rizqi/Rury

Editor : Redaksi

banner 336x280

Komentar