Bandung,Nuansa Pendidikan – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat menjalin kerja sama dengan sembilan industri dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di wilayah tersebut.
Kerja sama ini, menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan dunia industri dan dunia usaha ke dalam kurikulum serta ekosistem Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pernyataan tersebut disampaikannya saat acara di SMKN 2 Bandung pada Rabu, 11 Februari 2026.

Purwanto menambahkan bahwa kolaborasi ini akan terus diperluas, tidak hanya mencakup dunia industri tetapi juga melibatkan sektor usaha dan berbagai lembaga lainnya, sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman belajar bagi siswa SMK.
Ia juga menegaskan bahwa lulusan SMK tidak hanya ditargetkan untuk siap memasuki dunia kerja atau menjadi wirausahawan, tetapi juga diharapkan memiliki karakter yang kokoh dan sikap yang baik. “Mereka harus memiliki kemampuan olah budi dan olah rasa, baik dalam sikap maupun penampilan, sehingga lulusan SMK diharapkan menjadi individu yang cekatan dan sigap,” jelasnya.
Adapun sembilan perusahaan yang terlibat dalam program kerja sama ini meliputi PT Art Sensei Academy, Harris Hotel & Convention Festival Citylink, Selamat Toyota Sukabumi, PT Bonet Utama, CV Albajah, PT Pangkalan Lintas Data Indonesia (Palindo), P4S Okiagaru–Ikamaja, PT BNET Academy, dan PT Datascrip.
Kesembilan perusahaan tersebut bermitra dengan sembilan SMK di Jawa Barat, yaitu SMKN 4 Bogor, SMKN 1 Sagaranten, SMKN Pertanian 1 Sukaraja, SMKN 2 Cilaku, SMKN Pertanian Pembangunan Lembang, SMKN 3 Cimahi, SMKN 2 Bandung, SMKN 13 Bandung, dan SMKN 1 Jamblang.
Sumber : Humas Disdik Provinsi Jawa Barat
Editor : Redaksi




















Komentar