Tasikmalaya,Nuansa Pendidikan – Institut Agama Islam (IAI) Tasikmalaya sedang mempersiapkan langkah besar menuju transformasi. Di bawah kepemimpinan Rektor baru periode 2026–2031, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, M.Ag., institusi ini menargetkan untuk secara resmi beralih status menjadi Universitas Islam Tasikmalaya tahun ini.

Dalam wawancara yang berlangsung di ruang kerjanya pada Rabu, 26 Februari 2026, Dr. Ade menjelaskan bahwa seluruh tahapan pengajuan dan asesmen lapangan telah selesai dilakukan. Saat ini, pihaknya hanya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Agama yang diharapkan akan diterbitkan pada Maret mendatang.
Fokus pada Peningkatan Mahasiswa dan Mutu Akademik
Seiring dengan rencana perubahan status menjadi universitas, Dr. Ade—yang baru dilantik pada Januari lalu—mematok target ambisius untuk menaikkan jumlah mahasiswa dari 1.400 menjadi 2.000 orang. Pada tahun akademik ini, kampus menetapkan target penerimaan 600 hingga 700 mahasiswa baru.
Selain menambah jumlah mahasiswa, peningkatan kualitas akademik menjadi perhatian utama dalam kepemimpinannya. Program kerja yang diusung meliputi:
– Peningkatan kualitas pembelajaran serta mutu penelitian dosen.
– Penguatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
– Dorongan bagi tenaga pendidik, baik lulusan dalam negeri maupun luar negeri (seperti Mesir, Sudan, dan Malaysia), untuk melanjutkan pendidikan jenjang S3.
Profil Kampus dan Persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB)
Saat ini, IAI Tasikmalaya memiliki 9 program studi yang tersebar di Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah/Hukum, serta Program Pascasarjana. Mahasiswa yang belajar di kampus ini berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Priangan Timur hingga daerah lain seperti Lampung, NTT, dan Papua.
Dalam rangka menyambut Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), kampus membentuk tim gabungan yang terdiri atas dosen, mahasiswa, hingga jaringan alumni. Sebagai salah satu keunggulan, IAI Tasikmalaya mewajibkan mata kuliah kewirausahaan pada semua program studi agar menghasilkan lulusan yang mandiri dan profesional.
“Kami mengedepankan nilai-nilai religius dan pengembangan karakter untuk memastikan para lulusan siap bersaing dan berkontribusi dalam berbagai sektor, baik pemerintahan, ekonomi, maupun politik,” pungkas Dr. Ade penuh optimisme.
Jurnalis : AKA
Editor : Redaksi

















Komentar