Perkemahan Kolaborasi SMPN 6 Pakenjeng dan SMK Cendekia Baiturrahman Resmi Dibuka, Cetak Generasi Berani, Mandiri, Kompak dan Berkarya

Perkemahan Kolaborasi SMPN 6 Pakenjeng dan SMK Cendekia Baiturrahman Resmi Dibuka, Cetak Generasi Berani, Mandiri, Kompak dan Berkarya

GARUT, Nuansa pendidikan – Semangat membangun karakter generasi muda melalui kegiatan kepramukaan kembali digaungkan di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. SMPN 6 Pakenjeng dan SMK Cendekia Baiturrahman Pakenjeng menggelar perkemahan kolaborasi yang mengusung tema “Berani, Mandiri, Kompak, Berkarya.”

Kegiatan tersebut dipusatkan di Bumi Perkemahan Lapang Barujaya, Desa Wangunjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, dan berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 September 2026.

Pembukaan perkemahan dilakukan oleh Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Pakenjeng, Kak Yana Mulyana, S.Pd. Kehadiran Kwarran dalam pembukaan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan bukan sekadar aktivitas berkemah, tetapi menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan mental peserta didik.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, peserta didik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik. Mereka juga dituntut memiliki keberanian, kemandirian, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kreativitas. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian yang ingin ditanamkan melalui perkemahan kolaborasi ini.

Perkemahan ini dirancang bukan hanya sebagai kegiatan berkumpul dan bermalam di alam terbuka. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk belajar menghadapi situasi secara langsung, mengambil keputusan, bekerja dalam kelompok, serta menyelesaikan berbagai tantangan dengan mengandalkan kemampuan dan kekompakan.

Tema “Berani, Mandiri, Kompak, Berkarya” memiliki pesan yang kuat. Kata “berani” mendorong peserta untuk tidak mudah takut menghadapi tantangan. “Mandiri” mengajarkan peserta agar mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan tugas yang diberikan. “Kompak” menjadi fondasi dalam membangun kerja sama, sedangkan “berkarya” mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah tantangan generasi muda saat ini. Pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di ruang kelas, tetapi perlu dipraktikkan melalui pengalaman nyata.

Di lingkungan perkemahan, peserta belajar bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak dapat dicapai secara individual. Ada kerja sama, komunikasi, kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab yang harus dijalankan bersama.

Kolaborasi antara SMPN 6 Pakenjeng dan SMK Cendekia Baiturrahman Pakenjeng menjadi salah satu kekuatan utama dalam kegiatan ini.

Dua jenjang pendidikan berbeda dipertemukan dalam satu kegiatan untuk membangun interaksi, kebersamaan, serta semangat saling belajar. Perbedaan usia dan latar belakang pendidikan bukan menjadi penghalang, melainkan menjadi kesempatan untuk memperkuat solidaritas dan pengalaman bersama.

Mabigus SMPN 6 Pakenjeng, Kak Maemunah, S.Pd., M.Si., turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Dukungan juga diberikan oleh Mabigus SMK Cendekia Baiturrahman Pakenjeng, Kak Mutaal Saripudin, SP.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan kerja bersama. Sekolah, pembina, organisasi kepramukaan, serta peserta didik memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter.

Dipilihnya Lapang Barujaya Desa Wangunjaya sebagai lokasi perkemahan memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta.

Alam terbuka menjadi ruang belajar yang berbeda dari rutinitas sekolah. Peserta dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan, menjaga kebersihan, mengatur kebutuhan pribadi maupun kelompok, serta mengikuti aturan dan jadwal yang telah ditentukan.

Situasi tersebut secara tidak langsung melatih kedisiplinan dan kemandirian. Hal-hal sederhana seperti mendirikan tenda, menjaga perlengkapan, bekerja sama dalam kelompok, hingga menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.

Di sinilah kegiatan pramuka memiliki nilai penting. Peserta tidak hanya mendengar nasihat tentang tanggung jawab, tetapi mengalami langsung bagaimana tanggung jawab tersebut harus dijalankan.

Rangkaian kegiatan perkemahan dipimpin oleh Ketua Pelaksana, Kak Hana Nur Sopyan, S.Pd., bersama jajaran panitia, pembina, dan seluruh unsur yang terlibat.

Persiapan kegiatan menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian perkemahan dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan menjalani berbagai aktivitas yang diarahkan untuk memperkuat keterampilan kepramukaan, kedisiplinan, kebersamaan, kreativitas, dan kepemimpinan.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama berada di bumi perkemahan. Nilai-nilai yang diperoleh peserta diharapkan dapat dibawa kembali ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Perkemahan kolaborasi ini pada akhirnya membawa pesan yang lebih besar: pendidikan generasi muda harus mampu mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan nyata.

Keberanian dibutuhkan untuk menghadapi tantangan. Kemandirian dibutuhkan agar tidak selalu bergantung kepada orang lain. Kekompakan dibutuhkan karena persoalan besar tidak dapat diselesaikan seorang diri. Sementara karya dibutuhkan agar generasi muda mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan.

Karena itu, kegiatan kepramukaan seperti ini tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kegiatan tambahan di luar pembelajaran. Jika dikelola dengan baik, perkemahan dapat menjadi laboratorium karakter bagi peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, peserta belajar tentang kepemimpinan, persahabatan, tanggung jawab, kedisiplinan, toleransi, kepedulian terhadap lingkungan, hingga kemampuan menyelesaikan masalah.

Perkemahan kolaborasi SMPN 6 Pakenjeng dan SMK Cendekia Baiturrahman Pakenjeng yang berlangsung 2–4 September 2026 pun diharapkan mampu meninggalkan kesan dan pembelajaran yang kuat bagi seluruh peserta.

Dari Lapang Barujaya, semangat itu dibangun: bukan sekadar menjadi siswa yang berprestasi di sekolah, tetapi menjadi generasi yang memiliki keberanian untuk melangkah, kemandirian untuk bertahan, kekompakan untuk bekerja bersama, dan kreativitas untuk terus berkarya.

Berani menghadapi tantangan. Mandiri dalam bertindak. Kompak dalam kebersamaan. Berkarya untuk masa depan.

Reporter : Tandi R

banner 336x280

Komentar