Penguatan Kompetensi Guru DKV Jadi Fokus Dinas Pendidikan Jatim

Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Produktif Desain Komunikasi Visual (DKV) Jenjang SMK

Malang,Nuansa Pendidikan – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memberikan sambutan dalam kegiatan *Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Produktif Desain Komunikasi Visual (DKV) Jenjang SMK* yang digelar pada Rabu (4/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kualitas pembelajaran vokasi, khususnya pada bidang industri kreatif yang terus berkembang dinamis.

Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa peran guru SMK, khususnya pengampu mata pelajaran produktif DKV, sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun wirausaha. Menurutnya, perkembangan industri kreatif yang begitu cepat menuntut pembaruan kompetensi secara berkelanjutan, baik dari sisi kurikulum, pendekatan pembelajaran, maupun pemanfaatan teknologi terkini.

“Guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga fasilitator dan mentor yang membimbing siswa agar mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri. Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi kunci agar pembelajaran di SMK benar-benar selaras dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai materi strategis yang dirancang untuk memperkaya wawasan dan keterampilan para guru. Beberapa topik utama yang dibahas meliputi penguatan kurikulum berbasis industri, eksplorasi tren desain terkini, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses kreatif, serta strategi efektif dalam membimbing siswa menyusun portofolio profesional yang kompetitif.

Aries juga menekankan pentingnya kolaborasi antara satuan pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Menurutnya, sinergi yang kuat akan memastikan bahwa materi pembelajaran, proyek siswa, hingga praktik kerja lapangan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil di lapangan. Dengan demikian, lulusan SMK, khususnya kompetensi keahlian DKV, tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap standar kerja industri.

Lebih lanjut, ia mengajak para guru untuk terus membuka diri terhadap inovasi, termasuk dalam memanfaatkan teknologi digital dan AI sebagai alat bantu kreatif, tanpa mengesampingkan orisinalitas dan etika profesi. Integrasi teknologi dalam pembelajaran, kata dia, harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas karya sekaligus mempercepat proses eksplorasi ide.

“Kita ingin lulusan SMK Jawa Timur tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja di sektor kreatif. Untuk itu, guru harus menjadi motor penggerak perubahan dan pembaruan di sekolah,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap terbangun ekosistem pembelajaran DKV yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu. Peningkatan kompetensi guru diharapkan berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar, sehingga siswa mampu menghasilkan karya desain yang inovatif, profesional, dan berdaya saing global.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta, yang terdiri dari guru-guru SMK bidang DKV dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Diskusi interaktif dan sesi berbagi praktik baik menjadi bagian penting dalam memperkaya perspektif serta memperkuat jejaring antarpendidik.

Dengan langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memajukan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri kreatif masa kini dan masa depan.

 

Jurnalis : Dani Prayudi

Editor : Redaksi

banner 336x280

Komentar