Sumatra Selatan,Nuansa Pendidikan – Pembelajaran sains di sekolah selama ini sering berpusat pada hafalan rumus, bukan pemahaman proses di baliknya. Konsep-konsep abstrak seperti teori kinetik gas, yang menjelaskan hubungan antara tekanan, volume, dan suhu, kerap sulit bagi siswa untuk benar-benar dipahami. Namun, dengan penerapan Papan Interaktif Digital (PID), pembelajaran kini beralih dari sekadar teori menuju visualisasi, memungkinkan siswa untuk memahami proses ilmiah secara lebih nyata dan mendalam. 25 Januari 2026.
Perubahan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang dikemas dalam program Digitalisasi Pembelajaran.
Kehadiran PID di ruang kelas telah memberikan manfaat besar yang dirasakan langsung oleh guru dan siswa. Kepala SMAN 1 Indralaya, Pudyo Laksono, mengungkapkan bahwa alat ini sangat membantu siswa memahami materi yang sebelumnya sulit dibayangkan. Salah satu contohnya adalah saat guru menggunakan PID untuk memvisualisasikan teori kinetik gas.
Sebagai ilustrasi, pada penjelasan tentang teori kinetik gas terkait hukum Boyle, siswa kini tidak hanya memahami hubungan antara tekanan, volume, dan suhu secara abstrak, tetapi juga dapat mengamati simulasi pergerakan partikel di layar PID. Ketika simulasi suatu pompa digunakan untuk menekan partikel dalam wadah, siswa dapat melihat bagaimana partikel-partikel saling berbenturan hingga menghasilkan peningkatan tekanan yang memuncak pada pecahnya tutup wadah. Hal ini memberikan gambaran konkret mengenai dinamika tekanan tinggi dalam sistem.
Sampai saat ini, seluruh sekolah di wilayah Sumatra Selatan dilaporkan telah menerima dukungan berupa PID sebagai bagian dari program tersebut. Di tingkat sekolah, teknologi ini dimanfaatkan melalui kerja kolaboratif komunitas belajar. Contohnya di SMAN 1 Indralaya, tim mutu sekolah mengambil inisiatif melaksanakan proyek percontohan sekaligus berbagi praktik terbaik kepada guru-guru lain mengenai cara penggunaan dan perawatan perangkat agar dapat berfungsi optimal dan bertahan lama.
Sejalan dengan hal itu, Kepala SMPN 1 Lubuk Liat, Marion, menegaskan bahwa penerapan PID memiliki peran krusial dalam menciptakan variasi pembelajaran yang relevan dengan kemajuan teknologi saat ini. Menurutnya, para siswa tidak menghadapi kendala dalam beradaptasi karena sistem operasi berbasis Android sudah sangat akrab bagi mereka.
Dukungan serupa turut diungkapkan oleh Desi Huswinda, Kepala SDN 6 Pemulutan Barat, yang memandang Program Inovasi Digitalisasi (PID) sebagai langkah penting untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan menyenangkan di kelas. Menurut Desi, hadirnya fasilitas ini adalah bukti nyata bahwa upaya untuk memberikan akses pendidikan yang setara bagi siswa di daerah pedesaan terus berjalan.
Implementasi program Digitalisasi Pembelajaran melalui penerapan PID mempertegas arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Teknologi di sini tidak hanya dilihat sebagai tujuan akhir, tetapi lebih sebagai alat efektif untuk memperdalam pemahaman konseptual, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta membawa proses pembelajaran menjadi lebih relevan dengan perkembangan zaman dan dinamika ilmu pengetahuan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menambahkan bahwa Digitalisasi Pembelajaran lebih dari sekadar penyediaan infrastruktur. Program ini dirancang sebagai strategi jitu untuk menjangkau siswa di wilayah-wilayah terpencil yang sulit dijangkau secara geografis.
Digitalisasi pembelajaran telah mencakup lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Pemerintah sangat berharap bahwa penyediaan sarana dan prasarana ini dapat menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas.
Untuk wilayah yang sulit dijangkau, pemerintah juga memberikan paket bantuan lengkap. Tidak hanya berupa perangkat elektronik pembelajaran digital (PID), tetapi juga dukungan infrastruktur seperti penyediaan listrik dan jaringan internet dengan bantuan Starlink, sehingga PID dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 53/sipers/A6/I/2026
Jurnalis:Â Uly
Editor : Redaksi
Transformasi Cara Belajar Melalui Papan Interaktif Digital Membuat Siswa Lebih Mudah
Papan Interaktif Digital Membuat Siswa Lebih Mudah Memahami Sains di Kelas



















Komentar