Yayasan Haga Enoni Sendoro Gandeng Universitas Tjut Nyak Dhien

Perkuat Akses Pendidikan Tinggi bagi Mahasiswa Nias

Daerah, Vokasi14 Dilihat

Medan, Nuansa Pendidikan – Komitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kembali ditunjukkan oleh Yayasan Haga Enoni Sendoro. Hari ini, yayasan tersebut secara resmi memperpanjang kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) beasiswa dengan Universitas Tjut Nyak Dhien (UTND) Medan. Sabtu, 25 April 2026.

​Langkah ini menjadi babak baru dalam upaya membuka pintu pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah yang memiliki keterbatasan ekonomi namun memiliki tekad belajar yang kuat.

Visi Mulia dari Tanah Nias

​Sejak didirikan pada tahun 2022 oleh Adilman Reliance Lawolo, S.H., M.H., Yayasan Haga Enoni Sendoro telah menjelma menjadi jembatan harapan bagi masyarakat Pulau Nias. Berawal dari kepedulian terhadap ketimpangan akses pendidikan, Bapak Adilman Lawolo mendedikasikan yayasan ini untuk memastikan bahwa status ekonomi dan status yatim piatu tidak menjadi penghalang seseorang untuk meraih gelar sarjana.

​”Visi kami sederhana namun mendalam: memberikan akses pendidikan seluas-luasnya. Kami ingin melihat anak-anak Nias kembali ke daerahnya membawa ilmu untuk membangun tanah kelahiran mereka,” ujar Adilman Lawolo.

Jejak Nyata: Membantu Lebih dari 300 Mahasiswa

​Hingga April 2026, tercatat kurang lebih 300 orang mahasiswa yang tergolong kurang mampu dan yatim piatu telah berhasil menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi swasta di Kota Medan berkat program beasiswa ini. Kerja sama dengan Universitas Tjut Nyak Dhien hari ini menambah daftar panjang kemitraan yayasan dalam memfasilitasi masa depan generasi muda.

​Program ini bukan sekadar bantuan beasiswa, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.

​Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Narasi yang dibangun oleh Yayasan Haga Enoni Sendoro adalah narasi tentang gotong royong dan kemanusiaan.

Dengan adanya penandatanganan ini, diharapkan masyarakat luas dapat melihat betapa krusialnya dukungan terhadap program beasiswa seperti ini.

​Bagi mahasiswa penerima manfaat, kehadiran Bapak Adilman Lawolo melalui yayasannya bukan sekadar sosok figur peduli SDM Nias, melainkan figur “orang tua” yang membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah di perantauan Kota Medan.

 

Jurnalis : Adilman Reliance Lawolo, S.H., M.H

Editor : Redaksi