Bandung,Nuansa Pendidikan – Program Studi Pendidikan IPA di bawah naungan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan Workshop Astronomi berskala internasional. Acara ini diadakan bekerja sama dengan Korean Astronomy Society (KAS) dan ditujukan untuk guru IPA, guru Fisika, serta mahasiswa program S1 hingga S3 di bidang Pendidikan IPA.
Workshop dengan durasi tiga hari, berlangsung mulai 2 hingga 4 Februari 2026, menjadi wujud nyata kolaborasi FPMIPA UPI dengan komunitas astronomi dari Korea Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme pengajar melalui pendekatan praktis dalam pengajaran astronomi.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FPMIPA UPI, Prof. Dr. Al Jupri, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi besar kepada tim KAS yang datang langsung untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
Beliau berharap agar kerja sama ini tidak berhenti pada pelatihan tersebut, tetapi dapat berkembang menjadi rangkaian kegiatan lainnya di masa mendatang.
Workshop ini menghadirkan lima narasumber ahli dari berbagai institusi ternama di Korea Selatan serta mahasiswa pascasarjana. Di antara para pembicara tersebut adalah Professor Myeong-Gu Park dari Kyungpook National University, Professor Jungjoo-Sohn dari Korea National University of Education, Hyeondong Jang selaku Manajer National Youth Space Center, Sungju Jang yang menjabat sebagai Asisten Manajer di National Youth Space Center, dan Wulandari Mizwala Aulia, mahasiswa magister dari Chung Buk National University.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian materi yang mendalam dan menyeluruh. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan kuliah umum mengenai sejarah alam semesta serta peran astronomi dalam mengembangkan pendidikan sains. Tak hanya mendapatkan teori, para peserta juga melakukan observasi langsung terhadap matahari menggunakan teleskop dan mempraktikkan pembuatan spektroskopi mandiri atau DIY Spectroscopy.
Pada hari kedua, tema bergeser ke astronomi modern dengan eksplorasi penggunaan alat pemrograman berbasis web untuk analisis Multi Wavelength Astronomy. Tak ketinggalan, peserta juga mendalami aspek teknis seperti stabilitas roket serta pemrograman komputer yang diaplikasikan pada pengoperasian rover.
Hari ketiga menjadi penutup acara dengan penyelenggaraan Lander Design Workshop yang bersifat interaktif. Selain itu, terdapat sesi inspiratif bertajuk “Astronomy as a Gateway to Global Goals” yang dipandu oleh Wulandari Mizwala Aulia. Sesi ini menyoroti keterkaitan astronomi dengan upaya pencapaian tujuan global.
Sepanjang kegiatan, antusiasme peserta sangat tinggi. Workshop ini diharapkan dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi para pendidik untuk menciptakan materi pembelajaran astronomi yang lebih aplikatif dan menarik bagi siswa di berbagai jenjang pendidikan.
Sumber : Humas UPI
Editor : Redaksi




















Komentar