Sumatra Selatan || Nuansa Pendidikan – Bahasa Indonesia perlu menjadi prioritas di negeri sendiri. Upaya ini diwujudkan melalui pembentukan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada Kamis, 6 Agustus. Tim ini terdiri dari anggota pemerintah daerah, akademisi, dan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, yang bertugas untuk mengawasi serta membina penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik.
Pembentukan tim ini merupakan bagian dari kerja sama antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pada kesempatan yang sama, Badan Bahasa menandatangani empat nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Barru, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), dan Kabupaten Jeneponto. Nota kesepahaman ini mencakup pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra Indonesia serta bahasa dan sastra daerah, peningkatan literasi masyarakat, pengutamaan penggunaan Bahasa Indonesia, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dan terdiri dari 30 anggota yang berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, serta Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan. Kehadiran tim ini diharapkan dapat meningkatkan ketertiban penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia semakin dikenal dan diminati di tingkat global. Kini, Bahasa Indonesia telah menjadi salah satu bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO, dan 62 negara sudah menjalankan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai bagian dari diplomasi internasional.
Hafidz menjelaskan bahwa minat mempelajari Bahasa Indonesia di dunia semakin meningkat, dengan adanya program BIPA di banyak negara. Namun, dia menyayangkan bahwa di tanah air sendiri, penggunaan Bahasa Indonesia kerap mulai tergeser oleh bahasa asing di ruang publik. Oleh karena itu, dengan adanya Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Sulawesi Selatan ini, harapannya adalah agar pemerintah daerah semakin memperkuat penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
Hafidz menyatakan penghargaan terhadap langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam melestarikan bahasa daerah lewat pembelajaran muatan lokal. Ia menyampaikan bahwa kebijakan ini dan komitmen Bapak Gubernur dalam melindungi bahasa daerah adalah praktik yang layak dicontoh oleh provinsi lain. Menurutnya, memprioritaskan Bahasa Indonesia sambil melestarikan bahasa daerah merupakan dua aspek yang saling memperkuat dalam membangun identitas bangsa.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia adalah aset nasional yang telah menyatukan keberagaman negara sejak Sumpah Pemuda dideklarasikan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan Bahasa Indonesia tetap digunakan sesuai kaidah dan perannya sebagai bahasa negara. Selamat kepada Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik yang baru saja dilantik. Semoga sukses dalam menjalankan tugas memastikan Bahasa Indonesia tetap dominan di tanah airnya sendiri, ujarnya.
Andi Sudirman Sulaiman juga menekankan pentingnya pengawasan dan pembinaan berkelanjutan dalam penggunaan Bahasa Indonesia, khususnya dalam forum resmi, pertemuan pemerintahan, dokumen, serta berbagai layanan publik agar selalu sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk mendukung pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya yang harus diteruskan kepada generasi mendatang.
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyatakan dukungannya untuk kerja sama ini. Ia menyampaikan rasa terima kasih serta apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas distribusi buku bacaan berkualitas kepada siswa SD dan SMP di Barru. Ia menilai buku tersebut sangat berguna karena berisi cerita yang memberikan nasihat dan mengandung nilai-nilai karakter. Terima kasih kepada Pak Menteri atas bantuan buku-buku bacaan yang sangat bermanfaat. Kami siap mendukung program Kemendikdasmen untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, termasuk pembentukan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia Kabupaten Barru, ujar Ina.

Kolaborasi ini mendekatkan agenda kebahasaan kepada masyarakat. Diharapkan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik menjadi lebih tertib, sementara bahasa daerah tetap memiliki ruang untuk berkembang dan hidup di tengah masyarakat.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 693/sipers/A6/VIII/2026
Penulis: Uly
Editor: Redaksi
















Komentar