Pelajar SMK Unjuk Karya dalam Gemuruh Budaya Nusantara

Cinta Budaya dan Bangsa

Bogor,Nuansa Pendidikan – Budaya adalah jiwa dari setiap peradaban. Merawat dan melestarikannya bukan sekadar tanggung jawab, tetapi juga sebuah kewajiban bersama untuk memastikan nilai-nilai tradisi leluhur tetap hidup dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Di tengah derasnya arus globalisasi yang terus menggulung, budaya berfungsi sebagai benteng kokoh yang menjaga keaslian identitas bangsa. Bersama-sama, pemerintah, tokoh masyarakat, dan lembaga adat memiliki peran vital dalam memastikan bahwa warisan ini tidak hanya menjadi pengingat masa lalu, tetapi juga inspirasi yang memperkuat semangat pembangunan nasional.

Menyadari pentingnya estafet budaya ini, Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah pelaksanaan acara Gemuruh Budaya Nusantara dengan tema “Cinta Budaya, Cinta Bangsa: Suara Pelajar SMK untuk Indonesia.” Event yang diadakan pada Rabu, 21 Januari 2026 di Boash Convention Center ini sukses menghadirkan energi kreatif baru yang turut merayakan keberagaman budaya Nusantara.

Lebih dari 700 siswa dari 35 SMK se-Kabupaten Bogor bersama SMK Jakarta Barat 1-DKI Jakarta berkumpul dalam kegiatan ini untuk menyuarakan kebanggaan mereka sebagai bangsa yang berakar pada nilainilai luhur. Acara ini dirancang oleh Delta Team, sebuah komunitas kolaboratif pelajar SMK di bawah arahan Dina Martha Tiraswati, Pengawas SMK KCD Wilayah I Jawa Barat. Kehadiran kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa para pelajar mampu menjadi pelestari aktif budaya di tengah tantangan modernisasi.

Selama acara berlangsung, suasana penuh warna datang dari berbagai suguhan seni seperti alunan musik tradisional, tarian daerah yang memukau, hingga drama dan paduan suara yang mengangkat pesan mendalam. Bukan sekadar panggung hiburan semata, tetapi sebuah perayaan atas luasnya kekayaan budaya Nusantara yang melekat erat dalam jiwa para generasi muda.

Gemuruh Budaya Nusantara tidak hanya sekadar festival seni. Lebih dari itu, ia menjadi ajang pembentukan karakter sekaligus memperkuat solidaritas antarsiswa SMK. Di sini, peserta diajak untuk meresapi nilai-nilai luhur budaya seperti gotong-royong, kedisiplinan, hormat-menghormati, toleransi, tanggung jawab sosial, hingga rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Di era digitalisasi ini, kebudayaan lokal menghadapi tantangan berat berupa perubahan gaya hidup instan hingga minimnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya tradisi. Melalui kreativitas dan semangat kolaborasi, para pelajar SMK digugah kembali untuk menjadi penjaga terdepan yang memastikan bahwa budaya Indonesia tetap relevan dan bersinar di kancah nasional maupun internasional.

Kegiatan semacam ini sejatinya memberikan pesan besar: pelajar tidak hanya disiapkan untuk menjadi tenaga kerja yang ahli dalam bidang vokasi, tetapi juga harus memiliki karakter kuat yang berlandaskan nilai-nilai budaya. Dengan demikian, di masa depan mereka mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi duta yang memperkenalkan identitas bangsa kepada dunia.

Terkait urgensi tersebut, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan pandangannya tentang pentingnya melestarikan budaya. Menurut beliau, menjaga budaya tidak berhenti pada upaya melindungi tradisi semata, tetapi juga dalam memastikan bahwa budaya terus membentuk arah keberlanjutan identitas dan ketahanan bangsa di masa depan. Budaya adalah fondasi esensial yang menentukan keberadaan suatu bangsa.

Pesannya pun jelas: “Budaya adalah jati diri bangsa. Menjaga dan melestarikannya berarti menjaga kekuatan serta arah peradaban kita. Generasi muda harus menjadi bagian penting dari warisan budaya ini.”

Acara tersebut turut dihadiri tokoh-tokoh penting seperti H. Ricky Kurniawan Lc., anggota DPRD Jawa Barat sekaligus Pengurus Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI Pusat yang mewakili Menteri Kebudayaan RI; Ir. Budi Santosa selaku Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor yang mewakili Bupati Bogor; serta Dr. Adi Maulana, Kasubag TU perwakilan dari Kepala KCD Wilayah I Jawa Barat.

Di penghujung acara, semangat kebersamaan begitu terasa. Gemuruh Budaya Nusantara bukan hanya menyatukan berbagai budaya lokal di satu tempat, tetapi juga menguatkan asa bahwa tradisi dan warisan leluhur akan terus dihormati, dihargai, bahkan berkembang di tangan generasi muda Indonesia.

 

Jurnalis : Dina Martha Tiraswati, M.Pd

Editor : Redaksi

banner 336x280

Komentar