Jakarta,Nuansa Pendidikan – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah dengan menjalin kemitraan strategis bersama McGill University Kanada dan Uni Emirat Arab (UEA). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan kompetensi para pendidik, pemimpin sekolah, serta sistem pendukung, sehingga layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan dapat dinikmati lebih banyak anak-anak di Indonesia. Jum’at, 06 Februari 2026.
Kolaborasi ini didukung oleh hibah transformatif dari UEA melalui Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Foundation kepada McGill University untuk mendirikan UAE–Indonesia Future Leaders Program. Program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan keahlian lintas disiplin dan menawarkan peluang beasiswa demi mendorong transformasi sosial serta menjawab tantangan masa depan di berbagai bidang seperti keberlanjutan, teknik, kesehatan, dan pendidikan guru.

Kemitraan trilateral ini dibangun berdasarkan Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Kemendikdasmen dan McGill University yang telah ditandatangani di Jakarta pada 1 Desember 2025. MSP tersebut menjadi landasan utama kerja sama yang meliputi pengembangan kepemimpinan di bidang pendidikan, pendidikan guru dan peningkatan profesionalisme, serta inovasi dalam kurikulum, asesmen, dan pembelajaran. Selain itu, kerja sama ini mencakup penelitian, pemantauan dan evaluasi, pertukaran pengetahuan, serta penguatan jaringan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan bahwa peningkatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah adalah investasi strategis yang memberikan dampak signifikan secara jangka panjang. Melalui inisiatif bersama ini, Kemendikdasmen berkomitmen untuk mendorong program pengembangan profesional berbasis bukti yang responsif terhadap kebutuhan lokal, guna meningkatkan literasi, numerasi, kesejahteraan siswa, serta kualitas pembelajaran secara mendalam.
Menteri Mu’ti juga menegaskan pentingnya peran guru dan pemimpin sekolah dalam perbaikan berkelanjutan di sektor pendidikan. Menurutnya, tenaga pendidik yang berkualitas adalah elemen kunci untuk mendukung transformasi pendidikan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Dalam program MSP tersebut, Kemendikdasmen bersama Universitas Indonesia berperan sebagai mitra strategis utama. McGill University turut ambil bagian sebagai penghubung dalam membangun jaringan kolaborasi baru antara Universitas Indonesia dan beberapa universitas di Uni Emirat Arab (UEA), seperti United Arab Emirates University, University of Sharjah, Khalifa University, serta Zayed University. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara komunitas Emirat dan Indonesia, sambil mendorong pertukaran pengetahuan serta praktik terbaik.
Program ini dirancang sebagai inisiatif selama lima tahun untuk meningkatkan pendidikan guru dan kepemimpinan sekolah. Salah satu upayanya adalah melalui program International Leadership in Education and Administrative Development (ILEAD) yang diselenggarakan di Faculty of Education, McGill.
Program ini menyasar kelompok seperti widyaiswara, guru aktif, kepala sekolah, serta administrator pendidikan agar mereka dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang mendukung pengelolaan kelas, sekolah, dan struktur tata kelola pendidikan secara efektif.

Di luar sektor pendidikan, program ini turut mendukung penguatan kapasitas nasional di berbagai bidang strategis lainnya seperti kesehatan dan keberlanjutan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui beragam inisiatif, termasuk fellowship, pendidikan lanjutan untuk guru, hibah penelitian, program berbagi pengetahuan, hingga pengembangan kepemimpinan. Universitas McGill juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa pascasarjana asal Indonesia untuk mengikuti pelatihan riset, memungkinkan mereka melaksanakan sebagian penelitian tesis di bawah bimbingan profesor McGill.
Kemitraan ini tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga membuka peluang pengembangan talenta di berbagai sektor strategis yang relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan, ujar Menteri Mu’ti.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa MSP Kemendikdasmen–McGill berfungsi sebagai acuan utama kerja sama. Tahapan implementasi teknis berikutnya akan dijabarkan lebih rinci dalam satu atau beberapa dokumen pengaturan antara unit-unit yang telah ditunjuk. Dokumen tersebut akan memuat tujuan dan hasil yang diharapkan, pembagian peran, jadwal pelaksanaan, serta ketentuan keuangan dan administratif.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 94/sipers/A6/II/2026
Jurnalis : Ririn Ramandani
Editor : Redaksi



















Komentar