Garut,Nuansa Pendidikan – Sosok guru tak hanya identik dengan kegiatan mengajar di dalam kelas. Hal itu dibuktikan oleh Sarip Hidayat, S.Pd, guru di SMPN 1 Pakenjeng, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang memanfaatkan waktu luangnya sepulang mengajar untuk mengembangkan pertanian pepaya California. 24/02/2026
Di sela kesibukannya sebagai pendidik, Sarip memilih turun langsung ke kebun miliknya yang berada tak jauh dari rumah. Di atas lahan tersebut, pepaya California tumbuh subur dan menjadi sumber tambahan penghasilan bagi keluarganya.
Menurutnya, mengisi waktu kosong dengan kegiatan produktif merupakan bagian dari prinsip hidup yang ia pegang. “Daripada waktu luang terbuang percuma, lebih baik dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat. Bertani bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang kemandirian,” ujarnya.
Pepaya California dipilih karena memiliki prospek pasar yang baik serta masa panen yang relatif cepat, sekitar 7 hingga 9 bulan setelah tanam. Dengan perawatan rutin mulai dari pemupukan, penyiraman, hingga pengendalian hama, tanaman tersebut mampu menghasilkan buah berkualitas yang diminati pasar lokal.
Tak hanya fokus pada hasil, Sarip juga menjadikan aktivitas bertani sebagai sarana edukasi dan motivasi bagi siswa-siswinya. Ia kerap menyampaikan pentingnya kerja keras, kreativitas, dan keberanian mencoba peluang di luar zona nyaman.
“Anak-anak harus percaya bahwa kesuksesan bisa diraih dari mana saja, termasuk dari pertanian. Selama kita tekun dan mau belajar, hasil pasti mengikuti,” tuturnya.
Langkah yang dilakukan guru SMPN 1 Pakenjeng ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Selain menunjukkan semangat kemandirian, ia juga menjadi contoh nyata bahwa profesi guru dapat tetap produktif dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi desa.
Kisah Sarip Hidayat, S.Pd menjadi inspirasi bahwa waktu luang bukan untuk disia-siakan, melainkan peluang untuk berkembang. Semangatnya diharapkan mampu memotivasi generasi muda, khususnya di wilayah Pakenjeng, agar lebih berani berinovasi dan memanfaatkan potensi daerahnya.
*Tandi R*

















Komentar