Kepri,Nuansa Pendidikan – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berkolaborasi dengan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan Sosialisasi dan Pendataan Inovasi Daerah. Acara tersebut diadakan di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Jumat, 06 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat Eselon II dan Eselon III dari lingkungan Dinas Pendidikan dan Bappeda Provinsi Kepulauan Riau, termasuk Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, serta Tim Inovasi Daerah.
Sosialisasi ini merupakan langkah awal untuk mendukung pelaporan sekaligus meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID) di Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi inovasi di setiap perangkat daerah serta menyeragamkan pemahaman mengenai 20 indikator dalam Sistem Data Inovasi (SDI).

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menekankan pentingnya keterlibatan aktif semua unit kerja dalam mendorong terciptanya inovasi yang terorganisasi dan berkelanjutan.
Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan inovasi daerah, khususnya di sektor pendidikan. Dengan adanya sosialisasi dan proses pendataan ini, diharapkan setiap unit kerja semakin giat dalam mencatat serta melaporkan inovasi yang telah terealisasi agar memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan Indeks Inovasi Daerah.
Ditambahkan pula bahwa inovasi tidak sekadar menciptakan program baru, tetapi juga meliputi perbaikan layanan, tata kelola, hingga pemanfaatan teknologi yang fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pelaksanaan kegiatan ini didasari oleh tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks, menuntut solusi-solusi inovatif, adaptif, serta berkesinambungan. Inovasi daerah dinilai sebagai alat strategis untuk memperbaiki mutu pelayanan publik, meningkatkan daya saing regional, serta mendukung tercapainya target pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.
Dalam diskusi tersebut, ditekankan pula pentingnya kolaborasi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kabupaten/kota, institusi akademik, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi daerah.
Berbagai tantangan turut disoroti, seperti kurangnya dokumentasi dan laporan atas inovasi yang ada, pemahaman terhadap regulasi yang belum merata di semua pihak, serta kolaborasi lintas sektor yang belum terwujud maksimal. Oleh karena itu, penguatan peran Barenlitbang sebagai koordinator dalam pengelolaan inovasi daerah melalui bimbingan dan pendampingan secara berkelanjutan menjadi langkah yang sangat diperlukan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, dapat mengambil peran aktif sehingga jumlah dan tingkat kematangan inovasi daerah terus meningkat. Dengan demikian, upaya ini dapat memberikan dampak positif bagi Indeks Inovasi Daerah serta mendukung suksesnya pencapaian Innovation Government Award (IGA).
Sumber : Disdik Provinsi Riau
Editor : Redaksi



















Komentar