Tasikmalaya || Nuansa Pendidikan — Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Aula UMTAS, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan PKKMB menjadi tahapan awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kampus, serta berbagai aspek kehidupan perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan tersebut wajib diikuti mahasiswa baru sebagai bagian dari proses awal memasuki kehidupan perkuliahan.

Dalam sambutannya, Rektor UMTAS, Hj. Neni Nuraeni, M.Kep., Ns.Kep.Mat., menekankan pentingnya kesiapan mental, kemandirian, dan tanggung jawab mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar kelulusan dan memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, mahasiswa perlu memiliki visi untuk memberikan manfaat serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kerahkan semua komponen untuk memajukan dan mulai berpikir, apa yang akan saya lakukan agar berdampak dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Neni dalam sambutannya.
Neni juga mengingatkan mahasiswa baru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Ia menilai perkembangan AI dapat menjadi sarana pendukung dalam aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari. Namun, mahasiswa tetap harus mampu mengendalikan dan memanfaatkannya secara bijak.
“AI luar biasa. Tetapi kita harus menjadi motor, mengendalikan dan beradaptasi dengan AI untuk menopang aktivitas,” tegasnya.
Arahan serupa disampaikan Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jawa Barat, Dr. Lukman. Ia mendorong mahasiswa baru untuk membangun pola pikir yang lebih terbuka selama menempuh pendidikan tinggi.
Menurutnya, kehidupan kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMTAS, Prof. Yadi Janwari, M.A., mengingatkan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya memiliki fungsi pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengemban fungsi pengkaderan dan dakwah.
Ia berharap mahasiswa UMTAS mampu menjadi akademisi yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Jangan menjadi menara gading, tetapi memberikan perubahan yang signifikan,” pesan Yadi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Dicky Chandra, juga memberikan pesan kepada mahasiswa baru agar mensyukuri kesempatan memperoleh pendidikan tinggi.
Ia mengajak mahasiswa untuk menjalani perkuliahan dengan tekun, mengembangkan ilmu dan pengetahuan, serta membagikan manfaatnya kepada masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga diingatkan untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal, termasuk bahasa Sunda, di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi.
Pembukaan PKKMB UMTAS 2026 tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya dengan membangun sikap mandiri, bertanggung jawab, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Reporter : (AKA)
Editor : Redaksi















Komentar