Jakarta,Nuansa Pendidikan – Dalam rangka mewujudkan visi Pendidikan Bermutu dan Berkelanjutan, pada tahun 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang Taman Kanak-kanak. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun, yang menargetkan lebih dari 19 juta murid di seluruh Indonesia.
Perluasan tersebut dianggap penting untuk menjamin akses pendidikan berkelanjutan bagi keluarga kurang mampu sekaligus mengurangi angka putus sekolah, ungkap Suharti, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/1).
Tidak hanya itu, Suharti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen akan terus melanjutkan Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Dasar dan Menengah (ADEM), serta mendukung penyelenggaraan program Pendidikan Afirmasi dan Pendidikan Inklusif.
Pada tahun ini, alokasi Beasiswa ADEM direncanakan untuk 5.519 siswa tingkat SMA/SMK yang berasal dari daerah khusus, komunitas Orang Asli Papua (OAP), dan anak pekerja migran Indonesia di Malaysia serta Arab Saudi. Program Beasiswa ADEM menjadi salah satu wujud komitmen Kemendikdasmen dalam meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, serta memberikan jaminan layanan pendidikan berkualitas bagi siswa di usia pendidikan menengah yang menghadapi kendala geografis maupun ekonomi.
Untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan Afirmasi dan Pendidikan Inklusif, Kemendikdasmen akan fokus memberikan pembinaan serta bantuan kepada Community Learning Center (CLC) di Malaysia. Selain itu, mereka juga berencana mengembangkan sistem pendidikan jarak jauh yang mencakup target 771 lembaga pendidikan dan 21.518 murid.
Mengacu pada rencana pencapaian di tahun 2025, Kemendikdasmen telah berhasil menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada lebih dari 19 juta siswa serta memberikan Beasiswa ADEM kepada 4.616 siswa. Langkah ini menjadi bukti nyata dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui beasiswa bagi peserta didik serta dukungan bagi lembaga yang mendukung pembelajaran afirmasi dan inklusif, Kemendikdasmen optimistis dapat mewujudkan layanan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas di masa mendatang.
Hanif Taqi, salah satu siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dari SMA Negeri 1 Teluk Bintan, Kepulauan Riau, menyatakan bahwa bantuan PIP sangat membantu meringankan beban orang tua dalam membiayai pendidikannya. Selain itu, bantuan ini juga memotivasinya untuk lebih giat belajar, meraih prestasi, dan mengejar cita-cita di masa depan. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Hanif telah menerima bantuan PIP sejak ia duduk di bangku kelas 6 SD. Dalam kesehariannya, ia aktif sebagai pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), di mana ia menjabat sebagai ketua program Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara.
Selain itu, Hanif juga merupakan salah satu anggota Paskibraka Kabupaten Teluk Bintan. Ia memiliki tiga impian besar untuk masa depannya: menjadi seorang polisi, bersekolah di institusi kedinasan, atau menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan semangat tinggi, Hanif mengungkapkan keinginannya untuk mengabdikan diri demi kemajuan Indonesia. Ia pun berharap dapat mengajak dan menginspirasi adik–adiknya untuk meraih manfaat dari bantuan PIP, sebagaimana yang telah ia peroleh selama ini.
Sumber : Mendikdasmen
Editor : Redaksi
Kemendikdasmen Tingkatkan Cakupan PIP, ADEM, Pendidikan Afirmasi dan Inklusi Tahun 2026
(Kemendikdasmen) berencana memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang Taman Kanak-kanak

















Komentar