27 Mahasiswa Stikes Bina Putra Banjar Migrasi ke STIKes MUCIS, Menuai Respon Positif

Ciamis || Nuansa Pendidikan – Sebanyak 27 mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU) melakukan migrasi dari STIKes BP ke STIKes Muhammadiyah Ciamis (STIKes MUCIS). Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 mahasiswa berasal dari program studi Ilmu Keperawatan (IKP), sedangkan 3 mahasiswa lainnya berasal dari program studi Kebidanan.

Migrasi ini menjadi momentum penting bagi keberlanjutan pendidikan para mahasiswa di bidang kesehatan. Perpindahan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melanjutkan proses akademik, mengembangkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berintegritas.

Salah satu mahasiswa,Gesit Rizky Gemilang, merespons positif proses migrasi tersebut. Respons ini menjadi gambaran harapan agar perpindahan mahasiswa dapat berjalan dengan baik serta diikuti dengan proses adaptasi yang lancar di lingkungan kampus yang baru.

Bergabungnya 27 mahasiswa ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan perguruan tinggi. Perbedaan latar belakang organisasi maupun pengalaman akademik diharapkan tidak menjadi penghalang untuk membangun kolaborasi, memperluas jaringan pertemanan, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan komposisi mahasiswa dari program studi Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, keberadaan mahasiswa yang bermigrasi diharapkan turut memperkuat semangat pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Hal ini sejalan dengan pentingnya menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Respons positif terhadap proses migrasi ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi seluruh mahasiswa untuk beradaptasi, menyelesaikan studi, dan meraih prestasi di lingkungan akademik yang baru.

Migrasi 27 mahasiswa ini bukan sekadar perpindahan kampus, melainkan juga langkah untuk menjaga keberlanjutan pendidikan dan membuka peluang baru dalam pengembangan diri serta masa depan di bidang kesehatan.

 

Reporter : Sandi M Putra

Editor : Redaksi