Surabaya,Nuansa Pendidikan – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, meninjau langsung proses pembuatan 3.000 porsi nasi biryani yang diproduksi oleh siswa dan guru SMKN 6 Surabaya, Sabtu (21/22/26). Menu spesial tersebut akan disajikan dalam agenda buka puasa bersama di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya yang dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta diikuti sekitar 10.000 jamaah.
Peninjauan dilakukan langsung di dapur produksi sekolah. Para siswa kompetensi keahlian tata boga bersama guru pembimbing tampak bekerja secara terorganisir, mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses akhir pengemasan.
Aries memastikan seluruh tahapan berjalan optimal, mencakup pemilihan bahan berkualitas, penerapan standar kebersihan yang ketat, pengaturan waktu produksi, hingga sistem distribusi agar ribuan porsi dapat tersaji tepat waktu dan tetap higienis.
Ia memberikan apresiasi atas kekompakan dan profesionalisme tim guru dan siswa yang mampu menyelesaikan pesanan dalam skala besar tanpa mengurangi kualitas rasa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran di SMK tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
“Keterlibatan siswa dalam produksi berskala besar ini bukan sekadar praktik memasak. Mereka belajar manajemen industri jasa boga, kerja tim, disiplin, serta tanggung jawab profesional. Ini pengalaman autentik yang sangat berharga,” ujarnya.
Momentum ini sekaligus menunjukkan bahwa satuan pendidikan vokasi mampu menghadirkan karya nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain mendukung suksesnya agenda buka puasa bersama, kegiatan tersebut juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap kolaborasi serupa terus terjalin, sehingga peserta didik semakin terasah kompetensi dan karakternya. Semangat kolaborasi, kompetensi, dan dedikasi yang ditunjukkan siswa dan guru SMKN 6 Surabaya diharapkan menjadi inspirasi bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan karya besar untuk kemaslahatan bersama.
Jurnalis : Dani Prayudi
Editor : Redaksi
