PIP Hadirkan Harapan Baru

Murid di Yogyakarta Bertahan Sekolah dan Kembali Percaya Diri

UMUM8 Dilihat

Yogyakarta,Nuansa Pendidikan – Program Indonesia Pintar (PIP) terus memberikan dampak nyata di dunia pendidikan, terutama dalam mendukung anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan dan melanjutkan sekolah mereka.

Perubahan positif ini bisa dilihat dari pengalaman warga sekolah di SD Negeri Lempuyangan 1 dan SMP Negeri 15 Yogyakarta pada Minggu, 10 Mei.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyatakan bahwa Program Indonesia Pintar memiliki dua sasaran utama, yaitu memutus rantai kemiskinan serta mencegah anak-anak berhenti sekolah akibat kendala ekonomi.

Menurut Wamendikdasmen Atip, Program PIP dirancang untuk memenuhi dua tujuan tersebut, memastikan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan bagi semua kalangan.

Ia menyampaikan bahwa evaluasi terus diupayakan agar pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) semakin tepat sasaran, transparan, dan efisien. Perbaikan dalam sistem penyaluran menjadi langkah penting untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak atas pendidikan yang berkualitas.

Ditekankannya pula bahwa penyempurnaan sistem harus dilakukan agar PIP dapat berjalan secara optimal. Dengan visi utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu pendidikan berkualitas untuk semua, maka akses terhadap pendidikan yang bermutu harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kepala SD Negeri Lempuyangan 1, Giyoto, mengungkapkan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) telah menjadi salah satu inisiatif yang sangat bermanfaat bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan mereka. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 222 siswa di sekolah tersebut mendapatkan manfaat dari program ini. Hingga Mei 2026, tambahan sebanyak 20 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 juga tercatat sebagai penerima bantuan.

Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah berperan aktif dalam setiap tahap, mulai dari pendataan, verifikasi, hingga pendampingan proses pencairan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh siswa yang betul-betul memerlukannya.

Di balik data statistik itu tersimpan cerita inspiratif salah seorang siswa yang mengalami perubahan besar dalam semangat belajarnya. Giyoto mengisahkan tentang salah satu murid yang disamarkan dengan inisial S. Sebelum ini, siswa tersebut sering absen, bahkan mencapai lima hingga enam hari dalam sebulan. Guru-guru berupaya keras membangun kembali semangat belajarnya melalui kunjungan ke rumah.

Perubahan mulai tampak ketika keluarga siswa tersebut mendapatkan pendampingan terkait PIP. Kolaborasi antara guru dan orang tua berhasil menanamkan kembali kedisiplinan serta memotivasi si anak untuk belajar. Sejak itu, siswa tersebut menjadi lebih rajin hadir ke sekolah dan perlahan kembali percaya diri mengikuti pelajaran.

Program ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan juga memberikan harapan baru bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik, ungkap Giyoto.

Kisah serupa juga terlihat di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Kepala sekolah, Siswanto, menjelaskan bahwa sekitar 67 siswa di sekolahnya telah menerima manfaat dari Program Indonesia Pintar (PIP). Program ini dirasakan sangat membantu memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan siswa, mulai dari pembelian buku, seragam, hingga biaya transportasi. Menurut Siswanto, PIP menjadi salah satu program krusial untuk mendukung kelangsungan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini membantu mereka tetap percaya diri dan termotivasi untuk belajar.

Melalui penguatan PIP, Kemendikdasmen terus berkomitmen memastikan setiap anak Indonesia memiliki akses yang setara terhadap pendidikan berkualitas, demi mencapai masa depan yang lebih cerah.

 

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 384/sipers/A6/V/2026

Jurnalis: Shaka

Editor : Redaksi