Banten,Nuansa Pendidikan – Pemerintah terus memperkuat upayanya untuk menghadirkan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Hal ini ditandai dengan diresmikannya 100 sekolah di wilayah Tangerang Raya pada acara yang berlangsung di SD Islam Ruhama Lab School Cirendeu, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/1/26).
Pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menjalankan program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Provinsi Banten, mencakup total 323 sekolah. Jumlah ini terdiri dari 15 PAUD, 107 SD, 75 SMP, 52 SMA, 60 SMK, 8 SLB, 1 SKB, dan 5 PKBM, dengan total anggaran mencapai Rp380 miliar. Khusus di wilayah Tangerang Raya yang mencakup Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang, terdapat 96 sekolah yang menerima program revitalisasi. Sebaran tersebut meliputi 3 PAUD, 23 SD, 13 SMP, 30 SMA, 21 SMK, 2 SLB, dan 4 PKBM. Total nilai bantuan yang diberikan mencapai Rp105 miliar.
Rinciannya, di Kota Tangerang Selatan, revitalisasi dilakukan terhadap 22 sekolah yang terdiri atas 1 PAUD, 8 SD, 2 SMP, 5 SMA, 5 SMK, dan 1 SLB dengan total alokasi dana Rp24 miliar. Di Kota Tangerang terdapat 16 sekolah penerima bantuan revitalisasi yang terdiri dari 2 SD, 1 SMP, 6 SMA, dan 7 SMK, dengan dana sebesar Rp26,2 miliar. Sementara itu, di Kabupaten Tangerang, program ini mencakup 58 sekolah yang meliputi 2 PAUD, 13 SD, 10 SMP, 19 SMA, 9 SMK, 1 SLB, dan 4 PKBM dengan total anggaran Rp55,6 miliar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam sambutannya menegaskan bahwa program revitalisasi ini merupakan komitmen nyata dari pemerintah untuk menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang bermartabat. Ia menekankan pentingnya memastikan sekolah memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi siswa. Menurutnya, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan adalah langkah konkret untuk menyediakan lingkungan belajar yang layak dan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.
Revitalisasi sekolah mencakup berbagai upaya perbaikan, mulai dari pembangunan ruang kelas, peningkatan fasilitas sanitasi, ruang praktik, perpustakaan, laboratorium, hingga penyediaan sarana pendukung lainnya. Tujuannya adalah menjadikan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, ramah anak, serta mendukung pembelajaran yang lebih menyenangkan. Menteri Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya berupa renovasi ruang kelas, tetapi juga penyediaan fasilitas tambahan seperti toilet, perpustakaan, laboratorium, dan infrastruktur lainnya untuk menunjang mutu proses belajar mengajar.
Selain program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen memberikan bantuan khusus untuk revitalisasi pendidikan vokasi dan pendidikan layanan khusus (PKPLK). Di Provinsi Banten, nilai bantuan vokasi PKPLK mencapai Rp131,73 miliar. Khusus untuk wilayah Tangerang Raya, bantuan yang disalurkan mencapai Rp54,75 miliar, dengan rinciannya meliputi Rp11,20 miliar untuk Kota Tangerang Selatan, Rp19,42 miliar untuk Kota Tangerang, dan Rp24,13 miliar untuk Kabupaten Tangerang. Program ini melibatkan 100 sekolah di wilayah tersebut yang diresmikan dalam acara ini.
Kegiatan peresmian diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti oleh 100 sekolah secara serentak di Tangerang Raya. Aktivitas ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter positif pada peserta didik. Dalam sambutannya, Mendikdasmen menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengakselerasi program revitalisasi sekolah secara berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa sesuai dengan arahan Presiden, pemerintah berupaya memastikan tidak ada lagi sekolah dengan bangunan rusak, atap bocor, atau sanitasi yang tidak memadai. Sekolah harus menjadi tempat yang memberikan penghormatan bagi anak.
Di samping peresmian revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga meluncurkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Peraturan ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman baik secara fisik, sosial, spiritual, maupun digital. Pada kesempatan yang sama, Kemendikdasmen meluncurkan lagu-lagu anak dari album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) 2025 serta mengakhiri rangkaian kegiatan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia.
Penerima Manfaat Revitalisasi Satuan Pendidikan Wilayah Tangerang Raya Salah satu sekolah yang menerima manfaat dari program revitalisasi adalah Perguruan Ruhama. Pada SD Islam Ruhama, revitalisasi difokuskan pada pembangunan toilet dan peningkatan sarana sanitasi. Sedangkan di SMK Islam Ruhama, program ini mencakup pembangunan ruang teori atau kelas, ruang praktik siswa untuk Bisnis Digital, ruang OSIS, perpustakaan, ruang UKS, ruang administrasi, kamar mandi atau WC bersama, serta laboratorium komputer.
Kepala Sekolah Dasar (SD) Islam Ruhama Cirendeu, Sindi Rosmilda, mengungkapkan rasa terima kasih atas dipilihnya sekolahnya sebagai salah satu penerima Program Revitalisasi 2025. Ia menjelaskan bahwa proses revitalisasi dimulai sejak Agustus 2025 dan berhasil diselesaikan sesuai target pada Desember 2025. Program ini dinilai membawa pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Sindi berharap hasil dari revitalisasi ini dapat menjadikan sekolah sebagai lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman. Dengan tersedianya fasilitas yang memadai, diharapkan terjadi keseimbangan antara kapasitas fasilitas sekolah dan jumlah siswa yang ada.
Senada dengan hal itu, Kepala SMKS Hanjuang Kabupaten Tangerang, Ratu Shodfatul Munifah, menyampaikan bahwa bantuan rehabilitasi dari Kemendikdasmen berupa ruang kelas, toilet, dan satu unit perpustakaan sangat membantu peningkatan sarana prasarana sekolah. Sebagai sekolah yang masih berkembang, dukungan tersebut berdampak signifikan terhadap kenyamanan pembelajaran sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri sekolah dalam menghadapi masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Abdul Mu’ti. Alhamdulillah , dengan adanya ruang kelas, toilet, dan perpustakaan yang baru, minat calon peserta didik mulai meningkat dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 30/sipers/A6/I/2026
Jurnalis: Ririn Ramandani
Editor: Redaksi
Mendikdasmen Resmikan 100 Sekolah di Tangerang Raya
Menghadirkan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan
