Sukabumi,Nuansa Pendidikan – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan langsung ke SMAN 2 Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (6/3) untuk meninjau hasil program revitalisasi satuan pendidikan. Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa bantuan program revitalisasi telah dimanfaatkan secara maksimal guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah tersebut.
Selama kunjungan, Wamen Fajar memeriksa sejumlah fasilitas yang telah diperbaiki melalui program revitalisasi, termasuk ruang kelas, laboratorium IPA, perpustakaan, hingga ruang administrasi. Program ini mendapatkan dukungan dana dari pemerintah pusat sebesar kurang lebih Rp1,4 miliar yang dialokasikan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran.
Fajar menyampaikan bahwa tujuan utama dari program revitalisasi ini adalah memberikan dampak positif bagi sekolah, baik untuk siswa maupun guru. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang belajar dalam mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih baik dan berkualitas.
Selain meninjau kondisi infrastruktur sekolah, Wakil Menteri Fajar juga mengamati pemanfaatan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, seperti Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID), yang telah tersedia di ruang perpustakaan. Kehadiran IFP ini diharapkan dapat mendukung metode pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus selaras dengan kemajuan teknologi.
Sebagai bentuk implementasi strategi pembelajaran berbasis teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana menambah dua unit PID di setiap satuan pendidikan pada tahun ini. Langkah tersebut bertujuan untuk memberikan peluang bagi guru menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik dan efektif, sehingga siswa bisa belajar dengan optimal.
Wakil Menteri Fajar juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, pengembangan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi semua pihak agar tujuan peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Ia mengungkapkan apresiasinya kepada pemerintah daerah yang terus bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kolaborasi ini dinilai sangat krusial agar program-program yang dirancang untuk memperbaiki mutu pendidikan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Kepala SMAN 2 Sukabumi, Nike Mustikasari, menyatakan bahwa program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah telah membawa perubahan besar bagi kondisi fisik sekolah. Sebelumnya, beberapa fasilitas mengalami kerusakan berat, sehingga kurang mendukung berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
Ia menjelaskan bahwa sebelum revitalisasi dilakukan, sebagian ruang sekolah hampir tidak layak pakai, termasuk beberapa kelas yang kondisinya nyaris ambruk. Dengan adanya program revitalisasi, kini fasilitas sekolah menjadi jauh lebih baik, menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan aman bagi siswa serta guru.
Nike berharap program serupa dapat diperluas ke lebih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan fasilitas. Menurutnya, langkah ini sangat membantu mendorong peningkatan kualitas lingkungan belajar di berbagai wilayah. Dengan begitu, lebih banyak sekolah bisa menikmati manfaat revitalisasi fasilitas demi menunjang proses pembelajaran yang lebih baik di masa depan.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 195/sipers/A6/III/2026
Jurnalis: Rayhan Parady
Editor : Redaksi
