UPI Jalin Kerja Sama PROBIDIK untuk Atasi Kekurangan Guru

Jalin Kerja Sama PROBIDIK

Bandung, Nuansa Pendidikan – Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Penguatan Profesional Bidang Kependidikan (PROBIDIK). Acara ini berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Senin, 15 Juni 2026.

Penandatanganan tersebut dirangkai dengan kegiatan Munajat Cinta, Menjemput Tahun Baru dan Murid Baru 1 Muharam 1448 Hijriah. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, para Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I hingga XIII, serta kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se-Jawa Barat.

Sebanyak 1.066 Mahasiswa Ditempatkan di Sekolah

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, menyampaikan bahwa setiap tahun Jawa Barat kehilangan ribuan guru yang memasuki masa pensiun, sementara jumlah penggantinya belum mencukupi. Sebagai langkah untuk mengatasi hal ini, UPI menugaskan 1.066 mahasiswa melalui program PROBIDIK pada tahun 2026.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan ditempatkan di berbagai sekolah sesuai dengan kebutuhan nyata di tiap satuan pendidikan. Penempatan ini dilakukan setelah melalui proses pencocokan antara kebutuhan guru di sekolah dan bidang keahlian masing-masing mahasiswa.

Selain itu, seluruh mahasiswa yang ditugaskan telah mengikuti proses rekrutmen dan pembekalan dari UPI serta Pemprov Jabar. Selama menjalankan tugas di lapangan, mereka akan mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing UPI serta guru pamong dari pihak sekolah. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan sesuai target.

Fokus pada Pembentukan Karakter Siswa

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa tantangan utama dunia pendidikan saat ini bukan semata-mata soal anggaran atau pemenuhan fasilitas seperti kapasitas sekolah. Tantangan terbesar justru terletak pada pembentukan karakter siswa serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurutnya, pendidikan sejati harus berakar pada keteladanan, kasih sayang, dan keikhlasan yang tumbuh dari lingkungan keluarga maupun sekolah. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pendekatan metodologi atau pemanfaatan teknologi, melainkan bagaimana membentuk individu yang berkarakter kuat, memiliki integritas, dan mampu menghadapi berbagai aspek kehidupan.

Kolaborasi untuk Mengatasi Tantangan Pendidikan

Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya mengembalikan peran keluarga sebagai pilar utama dalam pendidikan karakter anak. Ia meyakini bahwa kompleksitas tantangan zaman serta keterbatasan yang ada pada pemerintah dapat diatasi melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah, institusi pendidikan tinggi, sekolah, para guru, dan orang tua.

 

Sumber : Humas Disdik Jabar 

Editor : Redaksi