SMA Negeri 1 Ulu Barumun. Tingkatkan Kualitas Literasi Siswa bahkan di Jam Istirahat

Membaca di Perpustkaan Sekolah Saat Mengisi Waktu Luang

Padang Lawas || Nuansa Pendidikan – Upaya meningkatkan mutu Pendidikan dan menumbuhkan minat literasi di kalangan siswa/siswi pelajar Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Negeri 1 Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas. Manajemen Sekolah terapkan budidaya membaca di Perpustkaan Sekolah saat mengisi waktu luang, ( di luar jam belajar – mengajar). Penerapan tersebut terpantau awak media Nuansa Pendidikan di lokasi perpustakaan sekolah yang berada di Desa Matondang, Kecamatan Ulu Brumun, Kabupaten Padang Lawas, pada Rabu 23 September 2026.

Hal yang unik dan jarag terlihat, Manajemen Sekolah SMA Negeri 1 Ulu Barumun tersebut, siswa /siswi yang tengah asyik membaca, bermain saat jam istirahat, tiba – tiba berdiri dan mendengarkan lagu Indonesia Raya, yang sengaja di perdengrkan kepada Siswa dan guru dari Ruangan Kantor menggunakan Alat Pengeras Suara. ternyata saat di konfirmasi hal tersebut rutin di gelar setiap hari, sebagai upaya penerapan kecintaan terhadap NKRI, sebut Humas SMA Negeri 1 Ulu Barumun tersebut,

Sekolah Menengah Atas Negeri Satu Ulu Barumun tersebut memiliki 589 Siswa 38 Guru dan 6 Tata Usaha di tambah satu orang tenaga Satuan Pengamanan, dari ke keseluruhan tenaga Pendidik SMA Negeri 1 Ulu Barumun tersebut di sebut 6 Orang yang masih berstatus guru Non ASN.

Kepala Sekolah Negeri 1 Ulu Barumun Rini Windani Spd. M.Si. Melalui Humas Sekolah Awaluddin Hasibuan S.Pdi. menyampaikan Kegiatan siswa / siswi di sekolah SMA ini tidak hanya sebatas belajar – mengajar di kelas, upaya peningkatan karakter siswa melalui kegiatan ekstrra kulikules juga di maksimalkan, peningkatan literasi melalui perpustakaan sekolah sebagai pusat peningkatan mutu dan minat baca siswa juga tetap di aktifkan saat jam istirahat. dalam keterangan awaluddin Hasibuan juga peningkatan karakter siswa juga di lakukan melalui sektor ke agamaan, pengajian rutin setiap pekan sekali tetap di lakukan.

” kita ada program rutin pengajian setiap minggu, untuk memperkuat karakter siswa dengan mengupas keteladanan nabi dan tokoh – tokoh agama terkemuka, di samping itu kita selalu menyarankan para siswa agar aktif di perpustakaan untuk menigkatkan wawasan dan literasi siswa, ” ucapnya.

Ratna Dewi Daulay S.Pdi. Selaku Pengelola Perpustakaan Sekolah menjelaskan, centra literasi berada di perpustakaan ini, dan siswa /siwi kita memamfaatkan perpustakaan sekolah ini bukan hanya untuk proses belajar-mengajar di kelas, namun lebih dari itu, perpustakaan ini juga menjadi referensi bagi siswa dalam mengikuti kegiatan perlombaan – perlombaan baik di tingkat Kabupaten maupun tingkat Provinsi, tuturnya.

” Sekolah kita ini juga rutin mengikuti perlombaan Breaca Puisi. Lomba Barzanzi. Lomba Syahril. Lomba Ketangkasan Bahasa Inggris di tingkat Kecamatan dan Kabupaten” sebutnya.

kegiatan ekstrakulikuler dari Sekolah ini yang paling menonjol adalah bidang Olah Raga Futsal, Volly dan Karate dan Bahkan SMA Negeri 1 Ulu Barumun, cukup berprestasi di bidang Futsal dan Volly di tingkat Kabupaten. Kesenian Tari ,Seni Lukis dan Seni Tarik Suara juga merupakan kegiatan unggulan sekolah ber plat merah tersebut.

Di akhir wawancara Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ulu Barumun tersebut tetap menaruh Harapan kepada Kementrian Pendidikan khususnya bidang sarana dan prasarana sekolah dimana saat ini kondiri Rombel Sekolah berjumlah 17 Ruangan dan 8 Kamar Mandi Sekolah, 4 dari 8 Kamar mandi tersebut sudah tidak layak lagi digunakan, dengan harapan Penuh melalui Dinas Pendidikan Menengah dan Dasar Kemendikdasmen Republik Indonesia dapat merealisasikan Rehab bangunan Kamar mandi dn juga perluasan Bangunan Perpustakaan Sekolah tersebut.

mengingat kedepannya Ruangan Perpustakaan Sekolah tersebut akan ditingkatkan menjadi pusat referensi dan kegiatan – kegiatan perlombaan literasi antar siswa sekolah. Kepala sekolah tersebut juga menaruh harapan tentang pengangkatan guru non asn yang berjumlah 6 orang tersebut dapat di realisasikan pengangkatannya menjadi asn maupun p3k, mengingat peraturan mentri untuk tahun 2027 tidak ada lagi guru yang berstatus non Asn di sekolah.

 

Penulis : L Hasibuan

Editor : Redaksi NP