Silaturahmi Idulfitri 1 Syawal 1447 H, ITB Pererat Kekeluargaan Sivitas Akademika

Silaturahmi Idulfitri 1 Syawal 1447 H

Bandung,Nuansa Pendidikan – Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Silaturahmi Idulfitri 1 Syawal 1447 H di Wisma Rektor ITB pada Sabtu, 21 Maret 2026. Acara ini berlangsung dalam suasana hangat penuh keakraban, dihadiri oleh Rektor, jajaran pimpinan ITB, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa rantau, serta mahasiswa asing.

Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi seluruh sivitas akademika ITB untuk mempererat silaturahmi setelah menjalani ibadah Ramadan. Kehadiran berbagai pihak, mulai dari dosen hingga mahasiswa rantau dan asing, mempererat rasa kebersamaan dan menegaskan kekeluargaan yang terjalin di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh sivitas akademika. Beliau juga berharap agar perayaan ini membawa keberkahan bagi semua dan menjadi momen refleksi untuk kembali kepada fitrah.

Selamat merayakan Idulfitri. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga amal ibadah dan puasa kita diterima. Mari kita kembali ke fitrah, serta berharap semua dapat berkumpul kembali dengan keluarga, merasakan kebahagiaan, dan mempererat tali silaturahmi, ungkapnya.

Ia berharap kegiatan silaturahmi ini bisa menjadi penghibur bagi mahasiswa yang merindukan suasana lebaran di kampung halaman maupun di negara asal mereka.

Melalui acara ini, diharapkan mahasiswa yang sedang kangen dengan suasana lebaran di rumah dapat merasa lebih terhibur, tambahnya.

Bagi mahasiswa rantau dan mahasiswa asing, kegiatan seperti ini memiliki nilai yang istimewa. Meski berjauhan dengan keluarga, mereka tetap bisa merasakan kehangatan Idulfitri bersama keluarga besar ITB. Acara ini juga menjadi kesempatan untuk menjalin keakraban di antara anggota sivitas akademika.

Hasan Pervaiz, seorang mahasiswa Program Doktor Matematika asal Pakistan, turut berbagi kebahagiaannya mengikuti acara tersebut. Setelah tinggal di Indonesia lebih dari dua tahun, ia merasa momen ini sangat berharga sebagai wadah untuk mempererat hubungan dengan keluarga besar ITB.

“Saya di sini sudah lebih dari dua tahun. Dengan adanya kegiatan ini, saya bisa bersilaturahmi dengan Rektor, dosen-dosen, dan teman-teman mahasiswa lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi pengobat rindu akan suasana Idulfitri di tanah kelahirannya, terutama karena hidangan yang disajikan cukup mirip dengan apa yang biasa ia nikmati saat Lebaran di Pakistan.

Pernyataan serupa diungkapkan oleh Muhammad Hanif, seorang mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2024 asal Riau, yang kini menetap di Asrama Kidang Pananjung ITB. Ia mengungkapkan bahwa acara ini memberi kehangatan dan rasa kekeluargaan bagi para mahasiswa perantau yang jauh dari kampung halaman.

Bagi kami yang berasal dari luar Jawa, ini menjadi sarana pelepas rindu terhadap suasana keluarga. Selain menikmati hidangan khas, setelah perayaan Idulfitri kami juga dapat bersilaturahmi dengan Rektor serta sesama mahasiswa perantauan, ungkapnya.

Kegiatan seperti ini menjadikan kampus lebih dari sekadar tempat untuk belajar. Ia menciptakan rasa kebersamaan dan mempersatukan berbagai latar belakang dalam satu rumah bersama.

 

Sumber : Humas ITB

Jurnalis : M. Naufal Hafizh, S.S.

Editor : Redaksi