MTU MILEA 2026 Resmi Dilepas, Perkuat Kompetensi Vokasi Berbasis Industri

Perkuat Kompetensi Vokasi Berbasis Industri

Surabaya,Nuansa Pendidikan – Dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara resmi melepas Mobile Training Unit (MTU) dalam rangka Pelatihan Kompetensi Vokasi bagi siswa SMK/SMA MILEA Angkatan I Tahun 2026.Senin(2/3/26)

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapan lulusan pendidikan menengah kejuruan agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Prosesi pelepasan diawali dengan pengecekan menyeluruh terhadap lima unit MTU bersama Kepala UPT PTKK. Pemeriksaan dilakukan secara detail, meliputi kelengkapan peralatan praktik, standar operasional pelatihan, sistem keamanan, hingga kesiapan instruktur dan kurikulum berbasis kompetensi. Langkah ini menegaskan komitmen kuat bahwa setiap program pelatihan yang dijalankan harus memenuhi standar mutu tinggi dan memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi peserta didik.

Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya berbasis teori, melainkan harus diperkuat dengan praktik langsung menggunakan peralatan yang sesuai standar industri. Kehadiran MTU menjadi solusi strategis untuk menghadirkan fasilitas pelatihan bergerak yang fleksibel, adaptif, dan mampu menjangkau satuan pendidikan secara efektif.

“Tanggung jawab kita bukan hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi memastikan kualitasnya. Setiap siswa harus mendapatkan pengalaman belajar terbaik agar siap kerja, siap berwirausaha, dan siap bersaing,” tegasnya.

Pada tahun 2026, terdapat lima fokus kompetensi unggulan yang menjadi prioritas pelatihan, yakni Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU)/Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Programmable Logic Controller (PLC) atau Otomasi Industri, fotografi, serta videografi. Bidang-bidang ini dipilih berdasarkan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi industri yang terus bergerak dinamis.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan MTU tahun ini dipusatkan di Kota Malang. Strategi pemusatan ini dilakukan agar dampak pelatihan lebih terintegrasi, menciptakan sinergi antarsekolah, serta membangun ekosistem vokasi yang lebih kuat dan kolaboratif. Dengan pendekatan ini, proses pembelajaran tidak hanya bersifat individual di masing-masing sekolah, tetapi juga mendorong pertukaran praktik baik dan peningkatan kualitas secara kolektif.

Adapun lokasi pelaksanaan program tersebar di lima sekolah, yakni SMKN 10 Malang untuk kompetensi TSM, SMKN 6 Malang untuk TPTU/TITL, SMKN 9 Malang untuk PLC/Otomasi Industri, SMKN 11 Malang untuk fotografi, serta SMKN 7 Malang untuk videografi. Pemilihan sekolah didasarkan pada kesiapan sarana dan prasarana, kompetensi sumber daya manusia, serta kesesuaian program keahlian dengan fokus pelatihan.

Program MTU MILEA Angkatan I Tahun 2026 tidak hanya menyasar peningkatan kompetensi siswa, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan. Melalui pembaruan teknologi peralatan praktik dan pendekatan pelatihan berbasis proyek (project-based learning), diharapkan terjadi transformasi pembelajaran vokasi yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan industri 4.0 dan era digital.

Lebih jauh, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam membangun link and match antara sekolah dan industri. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu memperkecil kesenjangan kompetensi (skill gap) serta meningkatkan daya serap lulusan SMK di dunia kerja.

Dengan pelepasan MTU ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada penguatan kualitas sumber daya manusia. Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan industri, pendidikan vokasi di Jawa Timur diharapkan semakin unggul, berdaya saing, dan mampu melahirkan generasi muda yang profesional, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Jurnalis : Dani Prayudi

Editor : Redaksi