Kuliah Sambil Mengabdi, Gesit Rizky Gemilang Jadi Wajah Generasi Muda BPD Desa Mulyasari

Usia 22 Tahun Sudah Jadi BPD, Gesit Rizky Gemilang Buktikan Anak Muda Bisa Mengabdi Sambil Kuliah

Kota Banjar || Nuansa Pendidikan – Generasi muda semakin menunjukkan peran aktifnya dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa. Salah satunya adalah Gesit Rizky Gemilang, pemuda berusia 22 tahun yang dipercaya menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat.

Di tengah usianya yang masih muda, Gesit menjadi salah satu figur generasi muda yang mendapat kepercayaan untuk duduk di lembaga permusyawaratan desa. Bahkan, ia disebut sebagai salah satu anggota BPD termuda se-Kota Banjar.

Menariknya, amanah tersebut dijalankan Gesit di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa keperawatan di Kota Banjar. Aktivitas akademik tidak membuatnya menjauh dari kehidupan sosial masyarakat. Ia justru berusaha membagi waktu antara menempuh pendidikan, mengejar cita-cita, dan mengabdikan diri kepada masyarakat Desa Mulyasari.

Bagi Gesit, menjadi bagian dari BPD bukan sekadar sebuah jabatan. Lebih dari itu, posisi tersebut merupakan amanah untuk mendengar, menyerap, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Bagi saya, usia muda bukan menjadi penghalang untuk mengabdi. Justru sebagai generasi muda kita harus berani hadir, belajar, mendengarkan masyarakat, dan memberikan manfaat bagi lingkungan tempat kita tinggal,” ujar Gesit Rizky Gemilang.

Latar belakang pendidikan keperawatan yang sedang ditempuhnya turut membentuk kepedulian Gesit terhadap sesama. Nilai-nilai pelayanan, kemanusiaan, dan kepedulian sosial yang diperoleh di bangku kuliah berusaha ia terapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menyadari bahwa menjadi anggota BPD di usia 22 tahun bukanlah tanggung jawab yang ringan. Selain dituntut mampu berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat, Gesit juga harus terus belajar memahami berbagai persoalan desa serta menjalankan fungsi BPD dalam menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat.

Menurutnya, generasi muda tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Anak muda juga memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk mengambil bagian, menyampaikan gagasan, serta memberikan kontribusi yang konstruktif bagi kemajuan daerah.

“Saya ingin anak-anak muda di Kota Banjar tidak takut mengambil peran. Kita bisa tetap kuliah, mengejar cita-cita, sekaligus memberikan waktu dan tenaga untuk masyarakat,” katanya.

Kehadiran Gesit di BPD Desa Mulyasari diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih aktif mengambil peran dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, dan pembangunan di lingkungan masing-masing.

Dengan semangat muda, pendidikan yang terus ditempuh, serta kepercayaan masyarakat yang berada di pundaknya, Gesit Rizky Gemilang ingin menjadikan pengabdiannya sebagai proses belajar sekaligus bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

Di usia 22 tahun, Gesit memilih untuk tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi berusaha mengambil bagian di dalamnya. Dari bangku kuliah keperawatan hingga ruang pengabdian di Desa Mulyasari, ia menunjukkan bahwa pendidikan dan pengabdian dapat berjalan beriringan ketika dijalankan dengan komitmen dan tanggung jawab.

 

Reporter : Sandi M

Editor : Redaksi