Makassar,Nuansa Pendidikan – Keberhasilan program magang Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) ditopang oleh tiga pilar utama: kualitas pelatihan, kolaborasi, dan kedisiplinan peserta magang. Hal ini disampaikan Direktur Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yaya Sutarya, ketika memberikan motivasi kepada 18 peserta magang yang akan memulai tugasnya di PT Industri Kapal Indonesia (IKI), Makassar, pada Senin, 02 Februari 2026.
Menurut Yaya, ada tiga elemen penting yang harus dijaga untuk memastikan keberhasilan program ini. Pertama adalah pelatihan berkualitas dengan standar dan sertifikasi internasional. Kedua, sinergi kuat antara lembaga pelatihan, industri, dan pemerintah yang saling mendukung. Terakhir, komitmen disiplin dari para peserta magang. Tanpa sinergi ketiga pilar ini, program PKK Kemendikdasmen hanya akan menjadi sekadar slogan. Pernyataan tersebut disampaikan Yaya dalam rangkaian acara serah terima peserta magang dari Inlastek Welding Institute, yang juga dihadiri oleh Lismanto, Kepala Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK).
Yaya juga menambahkan bahwa program PKK Kemendikdasmen yang dirancang untuk anak tidak sekolah (ATS) berusia 17-25 tahun adalah salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Ia pun memberikan apresiasi kepada PT IKI yang bersedia menjadi mitra dalam memperkuat pembelajaran di bidang pengelasan untuk para peserta. Yaya menyemangati para peserta dengan pesan agar mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meraih masa depan yang sukses.
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Umum PT IKI, Suhan Ikhsan, mengungkapkan komitmen pihaknya dalam mendampingi dan meningkatkan skill peserta magang selama masa pelatihan. Ia menekankan bahwa industri galangan kapal di Indonesia membutuhkan tenaga kerja ahli, khususnya di bidang pengelasan. Ia mendorong para peserta untuk taat pada instruksi dan aturan keselamatan kerja agar nantinya dapat menjadi juru las profesional.
Senada dengan itu, Direktur Inlastek Welding Institute, Bramono Pandupradityo, menyatakan bahwa para peserta sudah menjalani proses pembelajaran intensif sejak Oktober hingga Desember tahun lalu, setara dengan 350 jam pelajaran dalam program PKK Platinum 2025.
Lembaga mereka yang berbasis di Surakarta telah melakukan seleksi ketat bagi para calon peserta program. Bramono memastikan bahwa semua peserta telah mempelajari teknik Shielded Metal Arc Welding (SMAW) 6G sesuai kebutuhan industri tempat mereka akan magang.
Sebagai informasi, peserta magang dari Inlastek Welding Institute akan mengikuti program magang selama enam bulan, mulai dari tanggal 2 Februari hingga akhir Juni 2026. Selama masa magang, PT IKI telah menyediakan tempat tinggal sementara bagi peserta serta memberikan insentif bulanan sebesar Rp2.500.000, jelas Bramono.
Ahmad Hidayat, alumni SMK Negeri 1 Lembah Melintang, Sumatra Barat, jurusan Teknik Pengelasan, turut berbagi pemikirannya mengenai kesiapan mengikuti program ini. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mulai mendalami bidang pengelasan sejak menempuh pendidikan di SMK.
Ia juga berharap program magang ini dapat membantu memperbaiki kondisi ekonominya di masa depan. Ahmad menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemendikdasmen atas kesempatan berharga yang diberikan, yang kemudian diamini oleh rekannya sesama peserta magang, Krisna Sulistyo, alumni SMK Kristen 2 Surakarta jurusan Teknik Pemesinan.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 87/sipers/A6/II/2026
Jurnalis: Ririn Ramandani
Editor : Redaksi
